Mahasiswa Unhas Ajarkan Petani Tabarano Buat Pestisida Nabati Ramah Lingkungan - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


Penghargaan dari Kedubes Maroko


 

07 Agustus 2026

Mahasiswa Unhas Ajarkan Petani Tabarano Buat Pestisida Nabati Ramah Lingkungan

LUWU TIMUR, suarakpk.com – Inovasi pertanian ramah lingkungan kembali digaungkan di Desa Tabarano, Kabupaten Luwu Timur. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas), Agnesia Sere, menggelar sosialisasi dan demonstrasi pembuatan pestisida nabati menggunakan bahan-bahan lokal pada Selasa (06/08/2026).

Agnesia, mahasiswa Program Studi Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian Unhas, memperkenalkan empat bahan alami yang mudah ditemukan di sekitar pemukiman warga, yakni daun pepaya, daun sirsak, sereh wangi, dan lidah buaya. Keempat tanaman ini diolah menjadi solusi pengendalian hama yang efektif, murah, dan bebas residu kimia berbahaya.

Desa Tabarano dikenal sebagai sentra produksi sayur dan pangan. Namun, ketergantungan petani terhadap pestisida kimia selama ini menimbulkan sejumlah masalah, mulai dari pencemaran tanah dan air, tingginya biaya produksi, hingga risiko kesehatan akibat residu kimia.

Melalui kegiatan ini, Agnesia menjelaskan bahwa daun pepaya mengandung papain, daun sirsak kaya akan acetogenin, sereh wangi memiliki citronellal, serta lidah buaya yang mengandung saponin. Zat-zat aktif tersebut berfungsi ganda sebagai racun alami, penolak hama, sekaligus perekat untuk mengendalikan serangan ulat, kutu, dan wereng.

"Pestisida nabati ini tidak hanya aman bagi lingkungan, tetapi juga sangat ekonomis karena bahannya bisa diambil langsung dari kebun sendiri," ujar Agnesia dalam keterangannya.

Inisiatif ini mendapat respons positif dari pihak pemerintah desa maupun masyarakat. Kepala Desa Tabarano, Rimal Manuk Allo, mengapresiasi langkah mahasiswa Unhas tersebut. Ia menilai kegiatan ini membuka wawasan baru bagi warga yang sebelumnya belum familiar dengan teknologi pengolahan pestisida mandiri.

"Warga kami selama ini belum mengetahui tentang pembuatan pestisida nabati berbahan lokal. Padahal bahan-bahan seperti daun pepaya, daun sirsak, sereh, dan lidah buaya itu gampang dicari di kebun," kata Rimal.

Ia menambahkan, dengan kemampuan membuat pestisida sendiri, petani dapat menekan biaya usahatani secara signifikan sambil menghasilkan produk pertanian yang lebih sehat. "Sekarang petani sudah bisa bikin sendiri, hemat biaya, dan hasilnya juga lebih aman. Mudah-mudahan ini bisa terus jalan dan jadi kebiasaan baru buat petani di desa kami," tambahnya.

Kegiatan ini sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-2 (Tanpa Kelaparan) dan poin ke-12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Dengan mengurangi penggunaan bahan kimia sintetis dan memanfaatkan sumber daya lokal, Desa Tabarano diharapkan dapat bergerak menuju sistem pertanian organik yang berkelanjutan.

Kolaborasi antara mahasiswa KKN Unhas, Pemerintah Desa Tabarano, dan kelompok tani setempat diharapkan dapat meningkatkan kemandirian petani dalam pengendalian hama, sekaligus menjaga kelestarian ekosistem pertanian di wilayah tersebut. (Andi/red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HUT SUARAKPK Ke 9 (2018)