Rumah Orang Tua Pemain Timnas Saddil Ramdani Ludes Terbakar di Muna Barat - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


Penghargaan dari Kedubes Maroko


 

14 Agustus 2026

Rumah Orang Tua Pemain Timnas Saddil Ramdani Ludes Terbakar di Muna Barat

 



MUNA BARAT, suarakpk.com


Kabar duka kini menimpah orang tua pemain Bola Timnas Saddil Ramdani. Hanya menghitung waktu, rumah orang tuanya dilalap dijago merah.


Kebakaran yang menghanguskan satu unit rumah milik La Pantasi, warga Desa Barangka, Kecamatan Barangka, Kabupaten Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara, pada Jumat sore, 14/8 , sekitar pukul 16.00 WITA, adalah ayah kandung dari pemain Tim Nasional sepak bola Indonesia, Saddil Ramdani.


Rumah yang dilalap si jago merah tersebut diketahui merupakan kediaman yang kerap dikunjungi Saddil Ramdani setiap kali penyerang sayap Timnas itu pulang kampung ke Sulawesi Tenggara.


Kepala Desa Barangka, Jumran, mengonfirmasi insiden yang menimpa keluarga atlet nasional tersebut. Menurut Jumran, titik awal munculnya api diduga berasal dari area dapur panggung yang terletak di sisi timur bangunan.


"Pemicunya secara pasti belum diketahui, tetapi sumber api awalnya dari bagian dapur sebelah kiri," kata Jumran, Jumat, 14 Agustus 2026.


Jumran menjelaskan, kobaran api menyebar sangat cepat lantaran bagian dapur rumah memiliki konstruksi rumah panggung dengan dinding dan lantai terbuat dari papan kayu. Sementara itu, bangunan utama atau rumah induk merupakan bangunan permanen.


Kondisi cuaca terik disertai tiupan angin kencang di kawasan Muna Barat membuat kobaran api kian ganas. Hanya dalam kurun waktu sekitar 10 menit, seluruh bagian dalam dan belakang rumah ludes dilalap api.


Saat peristiwa tragis itu terjadi, kediaman dalam keadaan kosong tanpa penghuni. La Pantasi sedang di kabarkan tidak berada di rumah karena sedang mengantar anaknya mengikuti kegiatan gerak jalan di Desa Guali, Kecamatan Kusambi, Munar. 


"Pemilik rumah sedang berada di Desa Guali untuk mendampingi anaknya yang mengikuti kegiatan lomba gerak jalan,"jelasnya.


Karena tak ada orang di rumah, tidak ada barang-barang berharga maupun perabotan di dalam bangunan yang sempat diselamatkan. Warga sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut mengaku tak berdaya memadamkan api secara mandiri lantaran keterbatasan sumber air di sekitar lokasi kejadian. Warga kemudian berinisiatif mengevakuasi aset yang berada di luar rumah. 


"Satu-satunya barang yang berhasil diselamatkan dari lokasi kejadian hanyalah satu unit kendaraan mobil yang terparkir di samping rumah dan satu unit sepeda motor milik korban,"ujarnya.


Sementara itu, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Muna Barat, La Utu, menyatakan pihaknya menerima laporan musibah kebakaran dari warga pada pukul 16.16 WITA.


Setelah menerima laporan, personel dan armada pemadam langsung dikerahkan menuju lokasi kejadian usai melakukan persiapan dan pengisian pasokan air. 


Meskipun jarak tempuh menuju lokasi relatif dekat sekitar 5 menit perjalanan petugas mendapati api sudah merambat luas ke seluruh bagian dalam bangunan saat tiba di tempat kejadian perkara (TKP).


"Saat tim pemadam tiba di lokasi, api sudah merambat ke dalam rumah dan bangunan tidak bisa diselamatkan lagi. Hanya tersisa bagian atap depan saja yang tidak habis terbakar, sedangkan bagian dalam dan belakang rumah habis dilalap api," jelasnya.


La Utu memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah kebakaran ini. Pihaknya belum merilis angka pasti mengenai nilai kerugian material karena belum bisa melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap korban yang masih syok.


"Kalau untuk total kerugian secara pasti belum diketahui karena belum ada keterangan resmi dari korban. Kondisi korban saat ini belum stabil. Nanti akan kami sampaikan kembali setelah pendataan selesai. Namun, taksiran sementara kerugian bisa mencapai ratusan juta rupiah," pungkasnya. (Udin Yaddi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HUT SUARAKPK Ke 9 (2018)