KKN UNDIP Semarang Jalankan Program Pemanfaatan Limbah - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


Kawal Rp.72 Triliun Dana Desa TH.2020

KODE ETIK WARTAWAN SUARAKPK

HUT SUARAKPK KE 9 (APRIL 2018)

Hari Pers Nasional 2020

12 Februari 2020

KKN UNDIP Semarang Jalankan Program Pemanfaatan Limbah


BATANG, suarakpk.com - Kuliah Kerja Nyata Universitas Diponegoro (KKN-UNDIP) Semarang menggelar kegiatan pemanfaatan limbah di desa Kali Balik kecamatan Banyu Putih kabupaten Batang Jawa Tengah, Senin (10/2/2020).
KKN - UNDIP Semarang yang berjumlah 5 orang dari berbagai jurusan ini mengabdi di desa tersebut selama 43 hari.
Salah satu mahasiswa KKN - UNDIP Semarang, Sabastian Yustiano Sukindro mengatakan setiap mahasiswa menjalankan 2 program sesuai keilmuan masing - masing.
"Untuk psikologi ada tentang positive parenting, regulasi emosi, kelas relaksasi dan negative emotional release. Untuk teknik kimia membuat pupuk cair organik dari bahan dasar cucian beras, membuat sabun yang bahan dasarnya minyak jelantah. Dari jurusan teknik perkapalan membuat serbuk kayu jadi media tanam dan melakukan penyuluhan K3 pada woodworker setempat. Untuk keperawatan, melakukan pendampingan kader posyandu dan breast care, yaitu perawatan payudara untuk wanita yang masih dalam usia produktif. Untuk statistika membuat monografi desa serta ada pendampingan untuk KSM di MIN 2," tuturnya.
Dalam kegiatannya, salah satu mahasiswa KKN - UNDIP Semarang Vian juga mengungkapkan bahwa dengan kegiatan pemanfaatan limbah ini bisa jadi sumber pemasukan baru dan potensial untuk desa.
"Pemanfaatan limbah tongkol jagung, gabah, serbuk kayu, briket arang bisa memberikan ide ke masyarakat untuk jenis usaha baru yang sebenarnya bahan bakunya di sini berlimpah dan itu sangat potensial untuk jenis usaha yang menguntungkan juga, Dengan bahan baku sedikit tapi bisa untung banyak karna itu rata - rata penjualannya di tempat - tempat yang bisa dibilang punya kelas menengah keatas," katanya.
Terpisah, sekdes Kalibalik Sugeng mengapresiasi kegiatan KKN - UNDIP karna ini sebagai bentuk peluang buat masyarakat dan berharap agar masyarakat memanfaatkan potensi yang ada untuk bisa menghasilkan produk yang siap berkompetisi.
"Dari kehadiran KKN sedikit banyak membantu kegiatan di desa dengan pelatihan pembuatan briket, pupuk organik dan lain-lain, juga bisa minta bantuan untuk pembuatan profil desa,"harap sekdes. (Heru/red).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komedi