Korban terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak laki-laki. Salah satu korban diketahui bernama Bagas Amar Hakiki (21), mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (UGM) sekaligus fotografer lepas Keraton Yogyakarta.
Peristiwa tersebut pertama kali terungkap setelah petugas pengelola wisata merasa curiga karena para penghuni tenda tidak kunjung memberikan respons hingga melewati waktu check out.
Saat tenda dibuka sekitar pukul 15.45 WIB, seluruh korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia dengan tubuh kaku di dalam tenda yang masih tertutup rapat.
Petugas kepolisian yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun kondisi berantakan di dalam tenda.
Awalnya, dugaan penyebab kematian mengarah pada keracunan makanan. Pasalnya, korban diketahui membawa perlengkapan barbeque dan bahan makanan sendiri selama menginap di lokasi glamping tersebut. Beberapa sampel makanan bahkan sempat diamankan untuk diperiksa di laboratorium forensik.
Namun, hasil penyelidikan terbaru kini lebih mengarah pada dugaan keracunan gas dari kompor portable maupun asap sisa pembakaran barbeque di dalam tenda yang tertutup rapat.
Polisi menduga gas beracun terperangkap di dalam tenda akibat minimnya ventilasi udara serta kondisi tenda yang tertutup saat korban tidur usai melakukan aktivitas barbeque.
Kasat Reskrim Polres Temanggung, Iptu I Komang Mahendra Deputra, mengatakan terdapat dua kemungkinan sumber gas yang menyebabkan para korban kehilangan kesadaran.
“Ada kemungkinan dari gas portable untuk memasak atau asap hasil pembakaran barbeque yang masuk dan terperangkap di dalam tenda,” ujarnya.
Menurut polisi, dugaan keracunan makanan mulai melemah karena di lokasi kejadian tidak ditemukan muntahan maupun tanda-tanda perlawanan dari para korban.
Korban diduga mengalami lemas, mengantuk, lalu perlahan kehilangan kesadaran akibat menghirup gas beracun dalam waktu cukup lama.
Jenazah para korban tiba di rumah duka pada Kamis (28/5/2026) dan langsung disambut isak tangis keluarga serta warga sekitar. Prosesi pemakaman dilakukan pada hari yang sama dengan suasana duka mendalam.
Saat ini, pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik untuk memastikan penyebab pasti kematian empat anggota keluarga tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan kompor portable maupun melakukan barbeque di area tertutup demi menghindari risiko keracunan gas berbahaya.
(Redaksi: Endar W)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar