Kegiatan yang mendapat dukungan penuh dari LBH APIK tersebut diikuti unsur DP3AKB, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Unit PPA Polres, Kecamatan Berdaya, unsur kewilayahan, PLKB, perwakilan perguruan tinggi, komunitas, hingga stakeholder terkait lainnya.
Kepala DP3AKB Kabupaten Semarang, Dewanto Leksono Widagdo dalam sambutannya menegaskan pentingnya penguatan kolaborasi lintas sektor dalam penanganan kasus kekerasan berbasis gender.
Menurutnya, penanganan kekerasan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, baik pemerintah, aparat penegak hukum, tenaga kesehatan, akademisi, maupun masyarakat.
“Sinergi dan kolaborasi menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan, pendampingan korban, penanganan kasus, hingga pemantauan berkelanjutan agar perlindungan terhadap korban dapat berjalan optimal,” ujarnya.
Kegiatan ini juga menjadi tindak lanjut kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Semarang dengan LBH APIK dalam memperkuat sistem perlindungan terhadap perempuan dan kelompok rentan dari tindak kekerasan berbasis gender.
Melalui forum lintas sektor tersebut, diharapkan terbangun koordinasi yang semakin solid sehingga penanganan kasus kekerasan dapat dilakukan secara cepat, terpadu, dan berkelanjutan di wilayah Kabupaten Semarang.
( Redaksi: Endar W)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar