"Mungkin Nggak Beragama!" Detik-Detik Ketua Komisi III DPR Usir Paksa Pengembang Arogan Penghalang Pembangunan Musala di Bekasi - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


Penghargaan dari Kedubes Maroko


 

01 Maret 2026

"Mungkin Nggak Beragama!" Detik-Detik Ketua Komisi III DPR Usir Paksa Pengembang Arogan Penghalang Pembangunan Musala di Bekasi

JAKARTA, suarakpk.com– Ruang rapat Komisi III DPR RI mendadak panas dan diwarnai ketegangan tingkat tinggi. Sebuah video yang merekam momen kemarahan Ketua Komisi III DPR RI beredar luas, memperlihatkan aksi pengusiran paksa terhadap perwakilan pengembang perumahan (developer) yang dinilai berbelit-belit dan menjadi dalang terhalangnya pembangunan sebuah musala di kawasan Bekasi.

Insiden ini meledak dalam sebuah Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Berdasarkan rekaman persidangan, rapat yang seharusnya menjadi ruang pencarian solusi justru berubah menjadi arena teguran keras dari legislatif terhadap arogansi korporasi.

Kronologi Kejadian 

Awal Mula Ketegangan 

Rapat diagendakan untuk membahas sengketa penolakan akses dan pembangunan musala oleh warga sebuah cluster perumahan elit di Bekasi. Perdebatan mulai memanas ketika Ketua Komisi III DPR RI yang memimpin jalannya sidang merasa perwakilan pengembang tidak menjawab substansi pertanyaan yang diajukan, melainkan berputar-putar memberikan dalih.

"Saya nih Ketua Komisi III, pimpinan Komisi III, memimpin rapat, mengatur lalu lintas jalannya persidangan. Jadi kalau saya sampaikan Bapak jawab yang menjadi pertanyaan tadi, Bapak jawab saja, Pak. Jangan di luar topik itu," tegas Ketua Komisi III dengan nada tinggi.

Dalih Pengembang Timbulkan Kemurkaan 

Meski telah diperingatkan, perwakilan pengembang yang mengenakan kemeja batik tersebut tetap bersikukuh membacakan pembelaannya. Ia berdalih bahwa pihak pengembang berada dalam posisi terjepit oleh tuntutan warga cluster yang mayoritas menolak pembukaan tembok akses musala.

"Adanya sebagian besar warga cluster menolak pembukaan tembok dan menyatakan akan menuntut HDP secara hukum jika melakukan pembukaan tembok cluster atau mengizinkan pihak lain membuka," kilah perwakilan pengembang membacakan surat tertanggal 12 Oktober 2024.

Alih-alih mendengarkan instruksi pimpinan sidang untuk berhenti, pengembang tersebut terus memotong pembicaraan, memicu kemarahan paripurna dari kursi pimpinan.

Puncak Pengusiran

Tak sudi wibawa parlemen dilecehkan oleh sikap perwakilan pengembang yang dinilai tak memiliki empati terhadap hak beribadah masyarakat, Ketua Komisi III mengambil tindakan tegas. Ia langsung memerintahkan Pengamanan Dalam (Pamdal) DPR untuk menyeret pria tersebut keluar dari ruangan.

"Saya yang ngatur, Pak! Anda keluar! Coba Pamdal dikeluarkan nih orang, udah nggak efektif rapat dengan dia. Silakan keluar," bentak Ketua Komisi III sambil menunjuk pintu keluar. Keputusan ini langsung disetujui secara aklamasi oleh anggota dewan lain yang hadir dengan seruan, "Setuju, Pimpinan! Keluar, keluar!"

Sembari perwakilan pengembang tersebut mengemasi berkasnya dan beranjak pergi diiringi tatapan sinis seisi ruangan, Ketua Komisi III melontarkan sindiran menohok yang kini menjadi sorotan publik.

"Mungkin nggak beragama dia nih kali. Ini menghalangi pembangunan musala Anda nih!" pungkas pimpinan sidang dengan raut wajah geram.

Peristiwa ini kembali membuka kotak pandora terkait dugaan arogansi pengembang perumahan elit dan diskriminasi ruang publik, di mana fasilitas ibadah kerap kali dianak-tirikan demi eksklusivitas cluster warga kelas atas. Hingga berita ini diturunkan, redaksi terus berupaya meminta klarifikasi dari pihak pengembang terkait insiden memalukan di Senayan tersebut. (Tim/red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HUT SUARAKPK Ke 9 (2018)