Belum Genap Sebulan, Proyek Tanggul Senilai Rp.0,54 Miliar di Jalan Raya Karang Rowo – Sedadi Grobogan Sudah Retak - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


Penghargaan dari Kedubes Maroko


 

Iklan Harkitnas


 

19 Januari 2022

Belum Genap Sebulan, Proyek Tanggul Senilai Rp.0,54 Miliar di Jalan Raya Karang Rowo – Sedadi Grobogan Sudah Retak

GROBOGAN, suarakpk.com – Proyek pembangunan tanggul penahan jalan, sepanjang 72 meter, senilai Rp.0,54 Milyar, di ruas Jalan Raya Karang Rowo – Sedadi, sebagai bagian dari penanganan musibah tanah longsor yang terjadi pada bulan April Tahun 2021, telah selesai dikerjakan pada pertengahan bulan Desember 2021 lalu.

Namun, belum genap berumur satu bulan selesai digarap, bangunan tersebut sudah retak. Pantauan media SUARAKPK di lapangan, terdapat keretakan di sisi bagian atas bangunan talud, kurang lebih selebar 2 cm. Sehingga memunculkan berbagai praduga masyarakat terkait kualitas bangunan yang tidak sesuai spek.

Bahkan tanggul penahan, tidak mampu menahan pergerakan tanah, sehingga pada sisi tengah jalan amblas sedalam lebih dari 1,5 meter. Hal tersebut memaksa kendaraan yang melintas, harus mengantri dan dilakukan buka tutup. 

Diinformasikan, amblasnya tanah tersebut, terjadi pada Hari Senin (17/01/2022), setelah sebelumnya diguyur hujan di kawasan bangunan. Selain itu, kerusakan jalan juga menjadi menyebabkan kemacetan, diperparah lagi dengan kondisi jalan licin yang disebabkan dari amblasnya jalan, sehingga jalanan menjadi terjal dan miring di bahu jalan.

Salah satu warga RT.02/RW.01, Dusun Kedung Gedang, Desa Sedadi, Kecamatan Penawangan Grobogan, Marwan, menuturkan dengan adanya kerusakan jalan tersebut, dirinya sering menolong korban kecelakaan, akibat kondisi jalan yang licin dan menanjak itu.

"Saya sering bantu dorong mobil yang terperosok, dan motor yang jatuh terpeleset," tuturnya.

Sementara, Kepala Desa Lajer, Kecamatan Penawangan, Grobogan, Purwadi, mengaku sangat menyayangkan kualitas bangunan yang retak. Terlebih lagi, dengan kondisi amblasnya badan jalan menambah keprihatinan.

Menyikapi kondisi jalan tersebut, Purwadi mengatakan, dengan sukarela, dirinya berupaya mendatangkan material berupa Padas Urug untuk penanggulangan sementara.

"Saya tidak tega melihat kondisi jalan ini, saya upayakan material urug, yang sebenarnya bukan ranah saya perbaiki jalan ini, namun untuk menolong masyarakat ini saya lakukan," katanya.

Ketika ditanya darimana sumber pendanaannya, Purwadi mengaku, melakukan hal tersebut atas kemauan sendiri dan dana dari kantongnya pribadi. Pasalnya, dia menilai, Dinas PUPR Grobogan sangat lamban menangani kondisi jalan sehingga membahayakan warga masyarakat.

"Jalan ini kewenangan pemerintah kabupaten, namun sangat lamban dalam penanganannya, seharusnya segera ada peninjauan dari pihak terkait," ujarnya. 

Purwadi berharap, penanganan perbaikan berupa pengecoran jalan dapat segera dilaksanakan, mengingat jalan tersebut merupakan jalan utama akses menuju Kota Kecamatan dan kabupaten.

“Terkait mutu bangunan harus ada pemeriksaan dan pengawasan pihak berwenang, agar adanya dugaan bangunan yang tidak sesuai spek, harus dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.

Hingga berita ini ditayangkan Dinas PUPR belum berhasil dikonfirmasi. (Hari/red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HUT SUARAKPK Ke 9 (2018)