Blora, suarakpk.com - Ditengah musim kemarau yang sedang melanda wilayah pulau Jawa saat ini. Warga desa Doplang mengalami kesulitan air bersih guna mencukupi untuk mencuci, mandi, serta minum hewan peliharaan.
Pada kondisi seperti ini, kepala Desa Doplang, Agus Supriyono membuat terobosan baru dengan membuat sumur Cakra, dilokasi tanah bengkok kepala dusun (Kadus) dukuhan, di Desa Doplang, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora.
Terlihat cara pembuatannya seperti membuat sumur buis beton pada umumnya, yang membedakan jumlah lubang sumur dan perletakan model sumur.
Dengan model sumur
Cakra ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan warga dukuhan dan
sekitarnnya, prinsip pembuatan sumur Cakra ini dengan cara mengali sumur dengan kedalaman 7 meter, terdapat sembilan lubang yang dibuat melingkar dengan 1 lubang sumur yang berada ditengahnya, dengan kedalaman lebih dalam dari ke 9 sumur yang dibuat melingkar,
sumur Cakra ini menghabiskan buis beton UK 80/100 cm, sebanyak 62 buah buis beton.
Agus Supriyono menjelaskan kepada awak media
suarakpk di lapangan Jum,at (18/092020), pihaknya sangat peduli dengan wargannya
terutama dukuh dukuhan yang tiap musim kemarau paling parah kesulitan air
dibanding dukuh lainnya.
Desa Doplang mempunyai 8 dukuhan yaitu, Dukuh
Doplang, Dukuhan, Klatak, Ngasem lor, Trembes, Glonggong, Ngroggol dan Bulak Gading.
Di Dukuh Dukuhan sebagai uji coba sekaligus sebagai percontohan pembuatan sumur Cakra
di Desa Doplang, dari hasil uji coba beberapa hari ini, sumur utama kita kuras
dengan pompa deasel teryata air disumur mampu bertahan seharian lebih, semoga
program sumur Cakra ini bisa bermanfaat untuk warga dukuh dukuhan dan
sekitarnnya, semoga program ini berhasil, dan akan dikembangkan ke dukuh lain
yang ada di Desa Doplang jelas Agus.
Lebih lanjut Agus Supriyono menuturkan
prinsip kerja sumur Cakra, 9 sumur yang dibuat melingkar sebagai penjaring sumber menyerap
sumber air, sementara sumur induk yang berada di tengahnya akan menampung air dari ke sembilan sumur
disampingnya.
Sumur Cakra ini dikerjakan Minggu kedua bulan
September 2020 dan nanti ke sembilan sumur ini akan dicor beton bertulang di atasnya sebagai penutup sumur dan diuruk tanah lagi, sehingga musim tanam padi, jagung tidak mengganggu, dan yang akan kelihatan hanya satu sumur yang nanti dipasang pompa air, pompa zible dan pasang jalur
PLN tersendiri. Direncanakan sumur Cakra ini akan dibuatkan tower air sebagai
penampung air sebelum disalurkan ke masyarakat dukuhan dan sekitarnnya.
Biaya
program sumur Cakra ini diambil dari DD tahap 2, Rp. 50,000,000,- dan
bertahap nanti dana DD ke 3 akan dikembangan membuat tower serta jaringan pipa airnya.
Agus menghimbau ke masyarakat supaya
memanfaatkan air dari sumur Cakra ini
dengan sebaik mungkin.upaya bisa maksimal kesemua warga.
Semisal dimodel embung, memerlukan biaya besar
serta membutukan tanah yang luas, apabila dalam 3 Minggu tidak turun hujan maka debit air
embung berkurang, apabila air embung mengandalkan air hujan saja sewaktu-waktu
bisa kering bila lama tidak ada hujan, dan juga kegunaan embung kurang maksimal
bila airnya untuk keperluan rumah tangga, Airnya kotor, dan sumur Cakra
ini bisa untuk segalanya, Jelasnya.
Warga Dukuhan, Warsono, Sangat mendukung
program sumur Cakra ini, semoga bisa berhasil dan berguna bagi warga Desa
Doplang khususnya warga Dukuhan yang selama ini dimusim kemarau paling susah
air dibanding dengan desa lainnya, juga berharap semoga sumur ini berhasil dan
bisa membantu penyediaan air untuk kebutuhan sehari hari, sekarang bila beli 1
trukn engkel, 3000 liter harga sudah
mahal sekitar Rp 85,000/100,000, itunpun
harus antri belinya, paling untuk kebutuhan 7/10 hari jadi ya cukup berat bagi
masyarat kecil seperti dirinya, dengan adanya sumur Cakra ini semoga bisa
membantu warga dukuhan dan bisa menghemat keuangan dimasa pandemi covid 19 semua serba susah ini
tuturnya. (Dwi red)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar