Belajar diatas bukit, SMP Negeri 3 Gabus. - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


Penghargaan dari Kedubes Maroko


 

16 Juli 2020

Belajar diatas bukit, SMP Negeri 3 Gabus.



GROBOGAN, suarakpk.com-Dalam masa pandemi Covid 19 ini,hampir semua lini kehidup tidak berjalan normal. Namun ada saja cara manusia berperang melawan kesulitan demi hidup.seperti yang dimaksud teori evolusi,yang dialami anak-anak pelajar di SMPN 3 Gabus,kecamatan Gabus kabupaten Grobogan.

Saat awak media suarakpk menjumpai Kepala SMPN 3 Gabus, Sugeng Gunadi S. Pd,Rabu (15/07,2020) melalui Wakil kepala sekolah Sri Wahyuningsih mengatakan bahwa dalam pengerjaan PAT (Penilaian Akhir Tahun)  dan pengerjaan tugas siswa via Daring (Dalam Jaringan), sebagai langkah sosial distancing salah satu bagian protokol kesehatan yang diatur pemerintah. Oleh karenanya siswa harus bela-bela naik bukit demi mencari sinyal, karena jumlah transmiter yang ada dirasa sangat kurang.

 
Sri Wahyuningsih menambahkan, sekolah sampai hari ini berjalan baik dengan dikelolah guru dan karyawan sejumlah 22 orang. Dia dan managemen sekolah harus giat guna ikut mensukseskan Wajar 12 tahun, terutama di wilayah pinggir perbatasan dengan kabupaten Sragen dan Mantingan - Ngawi Jawa Timur. "Animo masyarakat untuk berperan tuntaskan Wajar yang 9 tahun(SD, SMP) sudah cukup baik. Walaupun serapan panitia PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru)  Tahun Ajaran 2020-2021 hanya 41 anak. Namun jumlah ini sudah patut disyukuri karena sebagian anak diserap di sekolah lain diperkotaan akibat efek positip dari dibangunnya  infrastruktur jalan dan jembatan. Adalagi desa sebelah juga tersedia SMP satu atap. 

Sri wahyuningsih menuturkan, menghadapi SOP pembelajaran dalam kondisi pandemi dan sulitnya akses online, sekolah akan mencoba dengan system " Semi Daring",artinya siswa tetap masuk sekolah dengan cara giliran ganjil genap. Intinya siswa harus tetap belajar apa dan bagaimanapun caranya. Oleh itu dia meminta orang tua, wali murid agar bekerja sama untuk mengkondisikan tujuan ini. 

Ketika disinggung mengenai pembayaran awal, pungutan awal atau iuran lainya, mengenai uang Sri mengatakan dan menampik  cara itu, karena menurutnya selain salah, cara itu sangat memberatkan masyarakat, apalagi ketika semua berjuang hidup khususnya untuk kebutuhan sehari-hari, "Kami merasa apa yang telah diterima sebagai fasilitas sekolah sudah cukup, maka kami sepakat PPDB selalu gratis buat calon siswa", kata Sri Wahyuningsih menutup penuturannya. ( Nour/Gut /red )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HUT SUARAKPK Ke 9 (2018)