Jadul Adalah Program Ruodshow DPD Apedi Jawa Tengah Ke DPC Blora - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


RATAS Tentang Kelonggaran Angsuran Kredit

SUARA MERDU KAPOLRI

KODE ETIK WARTAWAN SUARAKPK

HUT SUARAKPK KE 9 (APRIL 2018)

14 Maret 2020

Jadul Adalah Program Ruodshow DPD Apedi Jawa Tengah Ke DPC Blora

BLORA, suarakpk.com - DPD APEDI (Asosiasi Pengusaha Desa Indonesia) Jawa Tengah dengan Ketuanya Ismail Candra,SH. mengadakan Ruodshow dengan DPC Apedi Blora yang dipimpin Wahyu Prihyanti,S.Pd,(12/3/2020), di rumah makan Tempuran Kabupaten Blora.
Ketua DPD Apedi Jateng yang akrab disapa Candra maupun Ketua DPC Apedi Blora, menuturkan bahwa tujuan Apedi adalah kepedulian dalam pengembangan dan kemajuan dunia bisnis di tingkat desa. "Terutama pada Bumdes-Bumdes," tutur Candra.
Diungkapkan Ketua DPD Jateng, bahwa 70 persen Bumdes-Bumdes selama ini tidak jalan.
"Jadi selama ini, Bumdes-Bumdes hanya jalan di tempat alias monoton," ungkapnya.
Menurutnya, Bumdes-Bumdes hanya untuk formalitas saja.
Lebih lanjut dijelaskan oleh Candra, APEDI, memiliki 4 program kerja dalam mencapai Sasaran.
"Diantaranya, saru Jadul atau jaringan desa online, dua Osem atau sembako murah, tiga Desa eksport Nasional yang didasarkan dengan produk yang ber SNI, dan keempat Desa Mandiri Energi," jelasnya.
Jadi program-progam tersebut lanjut Candra, bisa dikatakan progam sistem paket.
"4 progam tersebut, dan progam progam itu akan direalisasikan bulan pertengahan Maret tahun 2020 ” lanjutnya.
Sementara, Ketua DPC Apedi Blora, Wahyu Prihyanti menandaskan, bahwa keberadaanya Apedi itu merupakan wadah warga yang peduli dengan masyarakat untuk bisa mandiri sendiri, tampak harus mengandalkan bantuan pemerintah.
"Dan bisa dikatakan bahwa dengan adanya Apedi ini, sebagai mitra atau Konsultan masyarakat di desa untuk menjadi mitra  Bumdes, maka sasaran yang 4 progam yang disampaikan Ketua DPD Jateng akan segera direalisasikan,” janji Wahyu.
Dikatakannya, bahwa mengingat semua progam progam yang disampaikan oleh Ketua DPD Apedi tersebut di atas sudah dibahas dengan jelas dan gamblang.
"Jadi untuk pelaksanaan progam yang pertama adalah yang Jadul, serta yang lain sambil menyusul, melihat kebutuhan yang dibutuhkan di desa tersebut," katanya.
Diterangkan Wahyu, untuk langkah tersebut, diharapkan dapat mencerdaskan masyarakat desa tentang bisnis.
"Bisa mengelolah dana investor, dan tidak selalu berharap mengandalkan dana bantuan dari pemerintah, serta dapat memajukan desa desa di kabupaten Blora," pungkasnya. (Bambang/red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komedi