Pemkab Batu Bara Sosialisai Antisipasi Pencegahaan Virus ASF - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


Kawal Rp.72 Triliun Dana Desa TH.2020

KODE ETIK WARTAWAN SUARAKPK

HUT SUARAKPK KE 9 (APRIL 2018)

Hari Pers Nasional 2020

Iklan

13 Februari 2020

Pemkab Batu Bara Sosialisai Antisipasi Pencegahaan Virus ASF


Ketgam pada saat acara sosialisasi antisipasi pencegahan virus ASF diaula kantor Desa Pematang Panjang Kamis 13/02/2020.

Batu Bara, suarakpk.com - Pemerintah kabupaten (Pemkab) Batu Bara melalui Dinas Peternakan dan Perkebunan Batu Bara gelar sosialisasi pencegahaan tentang virus ASF (African Swine Fever) atau penyakit demam babi di Aula Balai Desa Pematang Panjang Kecamatan Air Putih Kabupaten Batu Bara Sumatra Utara Kamis 13/02/2020.

Hadir Kepala Dinas Perternakan Batu Bara drh Emmy Oftini yang diwakili drh Eddy Vanduri, Camat Air Putih  Riyadi S.Pd, Kepala Desa Pematang Panjang Parulian Gultom, Bhabinkamtibmas Desa Pematang Panjang Aiptu M.Siregar, Petugas Puskeswan Air Putih,Listen Samosir, para Kadus dan para peternak babi. 

Dalam sambutan Kepala Desa Pematang Panjang Parulian Gultom menyampaikan besar harapannya bagi peternak babi agar benar benar memahami pemaparan yang akan dijelaskan dari Dinas Peternakan Batu Bara.

" Bagaimana cara pencegahaan Virus African Swine Fever atau penyakit demam babi tersebut supaya ternak babi di desa kita sehat, bebas dari penyakit dan nantinya akan menambah perekonomian" ujar Kades

Sementara Camat Air Putih Riyadi S.Pd menyampaikan hal yang sama kiranya peternak babi supaya benar benar mendengar dan memahami pemaparan yang dijelaskan dari Dinas Peternakan Batu Bara agar desa ini khususnya Kecamatan Air Putih bebas dari penyakit virus ASF.

" Bisa menularkan virus bagi perternak babi lainnya jadi dikuburlah bila ternak babi nya mati" harap Riyadi

Pada kesempatan itu, Bupati Batu Bara Ir Zahir M.AP melalui Kepala Dinas Perternakan dan Perkebunan Batu Bara, drh Emmy Oftini yang diwakili drh Eddy Vanduri mengharapkan rapat yang digelar dapat bermanfaat bagi para peternak.

“ Kita harapkan melalui rapat ini dapat memberikan pemahaman bagi peternak babi yang hadir tentang pencegahaan virus ASF sebab virus tersebut bila ternak babi terserang jatuh dan langsung mati, belum ada pengobatan dan vaksin ditemukan yang dapat kita lakukan saat ini hanya masih melakukan upaya pencegahaan saja" harapnya.

Lanjutnya, upaya yang dapat dilakukan terhadap virus ASF dengan menjaga kebersihan kandang, penyemprotan desinfekta, tidak memasukkan/membeli ternak babi dari luar, menjaga kebersihan pakan babi, tidak mengizinkan sembarangan orang lain masuk melihat kandang babi, babi yang mati dikubur sehingga tidak menyebabkan pencemaran lingkungan hidup dan menyebarkan penyakit ke babi yang lain. 

(muhammad amin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komedi