Kami Orang Tua Siswa Tidak Terimah Anak Kami Dibeginikan
MUNA, suarakpk.ckm
Puluhan siswa pelajar salah satu sekolah menengah kejuruan di Muna, berang.
Pasalnya, yang seharusnya dana KIP yang mereka harus terimah itu Ro 1,8 juta, namun terjadi pemotongan.
Baru yang melakukan pemotongan tersebut adalah ibu ketua yayasan.
Tidak main main jumlah yang dipotong adalah Rp 900 ribu perorangnya.
"Baru saja kami terimah dari bank itu uang, langsung dipotong disitu juga. Heran juga kami. Orang tua belum kita kasih tau tapi tiba tiba langsung dipotong,"kata salah seorang siswa pada media ini pagi tadi di sekolahnya.
Hal yang sama juga dikeluhkan orang tua siswa. Katanya, pemotongan dana KIP anaknya itu tidak berdasar.
Sebab, kalau alasannya untuk pembayaran SPP itu setiap bulannya SPP selalu dibayar tepat waktu. Demikian pula yang lainnya. Sekedar diketahui kalau uang SPP setiap siswa itu Rp 50.000 perbulannya.
"Saat kami tanya pemotongan uang itu untuk apa. Katanya ibu ketua yayasan dana itu untuk pembayaran SPP sampai tamat sekolah.
"Pertanyaannya, kalau yang kelas tiga itu bagaimana caranya ikut membayar Rp 900 ribu. Sementara mereka tinggal beberapa bulan lagi sudah tamat. Dan jikalau dikalikan Rp 50000 dengan 18 bulan 900 ribu,"kata orang tua siswa saat ditemui di sekolah anaknya pagi tadi.
Sementara dana KIP buat pelajar tersebut adalah dana bantuan dari pemerintah. Dana PIP (Program Indonesia Pintar) adalah bantuan uang tunai dari pemerintah untuk siswa usia 6-21 tahun dari keluarga miskin/rentan miskin, disalurkan melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP), bertujuan meringankan biaya personal pendidikan (buku, seragam, transportasi) agar anak tetap bersekolah dan mencegah putus sekolah, serta memberi kesempatan belajar hingga lulus sekolah bahkan kuliah.
Dana ini disalurkan melalui bank dan dikelola langsung oleh siswa, bukan sekolah, dan bisa digunakan untuk kebutuhan sekolah non-SPP.
"Jadi apapun alasannya, pihak sekolah tidak boleh langsung melakukan pemotongan dana KIP siswa. Apalagi kalau alannya untuk pembayaran SPP. Itu tetap salah. Baru kami orang tua tidak di kasih kabar tinggal main potong saja,"katanya lagi
Kepala Sekolah saat dihubungi via WA mengelak. "Tdk betul itu Pak,,, tidak di potong,,,sebenarnya itu yuran tp itupun jg klo Orang tuanya setuju,, begitulah bunyi WA Kepsek saat dikonfirmasi.
Apapun alasan sekolah, namun siswa dan orang tua siswa tetap tidak setuju dengan cara cara seperti itu. Karena itu cara sudah tidak mendidik.
"Apalagi semua penerima KIP yang ada namanya dalam daftar penerima dihubungi satu persatu dan dimintai uang sebesar Rp 900 ribu. (Udin Yaddi)



Sekolah ini setauku selalu melakukan tindakan diskriminasi terhadap siswa nya secara lisan bahkan ancaman", bagaimana masa depan siswa kalo di sekolah kan di sekolah seperti ini,sudah melakukan"pungli" sebanyak 2x terhadap siswa saat penerimaan dana PIP,kalo menurut pribadi rating yg diberikan 3/10😂🙏,in karena masih ada guru guru keren dan murid berbakat yg terkurung di dalam sekolah itu, kurang lebih seperti itu deh,masa buang sampah dilaut kan bisa dibilang pencemaran🤣,memutar balikkan fakta, bagaimana yah keknya sekolah ini tidak akan bertahan lama kalo menurut pendapat siswa" didalam nya,coba tanyakan kepada siswa dan orang tua siswa yg sudah berhasil pindah dari sekolah itu, sebelum nya juga ada artikel tentang sekolah ini, haddeeuhhh runyem deh😂
BalasHapus