MUNA, suarakpk.com
Setelah beredar isu pemotongan dana KIP yang dilakukan pihak sekolah SMK Pertambangan Muna, Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayan Provinsi Kabupaten Muna , lakukan sidak
Pasalnya, isu pemotongan dana KIP tersebut besaran hingga Rp 900 ribu per siswa nya dianggap sudah meresahkan.
Kepala Cabang Dinas, Zainal Hafid, SPd pimpin langsung inspeksi mendadak di SMK Pertambangan. Didampingi beberapa staf, Korwas dan pengawas manajerial serta pengawas akademi.
Setelah tiba di sekolah, KCD langsung mengadakan rapat bersama kepala sekolah dan bendahara sekolah sekaligus bendahara yayasan.
KCD tidak membenarkan pemotongan KIP dengan alasan apapun. Sehingga meminta kepada pihak sekolah untuk mengembalikan dana yang telah dipotong kepada siswa.
Namun pihak sekolah tetap beralibi kalau pemotongan tersebut untuk pembayaran iuran. Namun itupun berdasarkan kesepakatan. Dan itu hanya delapan siswa yang telah dipotong.
Alasan pihak sekolah adalah iuran perbulan itu 50 ribu dan itu disetujui sejak awal masuk sekolah dan itu telah disetujui oleh para siswa dan orang tua.
Meski begitu, KCD menyarankan kalau ada pemotongan KIP itu harus dikembalikan kepada yang telah dipotong. " Dan alhamdulilah mereka sepakat untuk mengembalikan,"sebutnya.
"Kalau soal iuran, dan lainnya itu nanti dibicarakan kembali kepada siswa. Yang pasti bahwa itu dana yang dipotong harus dikembalikan,"jelasnya.
Sementara Ibu Ketua Yayasan SMK Pertambangan Muna, menjelaskan bahwa dana yang dipotong itu adalah iuran. Dimana sebelum belajar siswa diwajibkan untuk melunasi iurannya
"Karena itu tolong dimengerti. Sebab, selain siswa yang belajar di SMK Pertambangan itu mendapat fasilitas dari sekolah juga ada siswa yang tinggal di asrama sekolah. Dan itu dibiayai semua oleh yayasan. Baik lampu air maupun WF dan itu gratis,"ungkapnya.
Hal sama juga dikatakan kepala sekolah, bahwa pihak sekolah hanya meminta kepada seluruh siswa agar tidak terpancing dengan isu isu yang telah beredar di publik. Manding kita fokus belajar saja. Karena khusus kelas 12 mereka sudah mau magan selama satu tahun. (Udin Yaddi)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar