Tanpa Persetujuan Pemilik, Oknum Petugas PLN Semena-mena Mengganti Meteran Listrik Biasa Menjadi Prabayar - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


KODE ETIK WARTAWAN SUARAKPK

04 Desember 2019

Tanpa Persetujuan Pemilik, Oknum Petugas PLN Semena-mena Mengganti Meteran Listrik Biasa Menjadi Prabayar


Ketgam Konsumen yang komplin Mhd Syafii  (kanan) saat mempertanyakan keberadaan meteran listrik miliknya kepada petugas yang mengaku bernama Johanes (kiri) dikantor PLN rayon Indrapura Rabu 04/12/2019.

Batu Bara, suarakpk.com - Mhd Syafii Warga jalan Jenderal Ahmad Yani Lingkungan II Kelurahan Pangkalan Dodek Kecamatan Medang Deras Kabupaten Batu Bara Sumatera Utara salah seorang Konsumen listrik  merasa keberatan atas perlakuan petugas PLN rayon Indrapura. 

Pasalnya meteran listrik miliknya diambil secara paksa oleh petugas PLN dan mengganti dengan meteran prabayar (pulsa). 

Melalui sambungan seluler seorang petugas PLN yang sering dengan panggilan Abu warga Kelurahan Pangkalan Dodek Baru mengaku atas perintah Manager PLN rayon Indrapura berinisial S telah mengganti meteran Syafi'i dengan meteran prabyar. 

"Aku mana tau, aku hanya menjalankan perintah bapak maneger Sianipar kalau mau komplin datangi aja dia, jangan aku yang disalahkan " kata Abu dengan nada marah.  

Atas informasi tersebut, Rabu 04/12/2019 awak media ini bersama Syafii mendatangi kantor PLN rayon Indrapura yang bertempat dibelakang kantor Inspektorat Kabupaten Batu Bara di Jalinsum Indrapura Kecamatan Air Putih. 

Sampai dikantor yang disebutkan, oknum manager tidak berada ditempat, menurut salah seorang yang mengaku bernama Johanes petugas lapangan, nama yang disebutkan sedang keluar namun tidak diketahui kemana. 

Ketika ditanya tentang meteran yang diganti, Johanes terkesan bertele-tele dan mengarahkan kembali kepada manager. 

" Tanya langsung pak Rendi Sianipar" ucapnya cuek.

Selain itu Johanes juga terdengar membujuk Syafii agar mau menerima meteran prabayar yang sudah dipasang. 

" Apa masalah bapak,  kalau tidak tau menggunakannya, nanti kami ajari" bujuknya.

Dihujani banyak pertanyaan, Johanes meninggalkan awak media ini bersama Syafii dan masuk kedalam kantor namun tiba-tiba dari dalam kantor keluar seorang wanita kurus dengan rambut sebahu tanpa sopan santun menanyakan persoalan tersebut. 

" Ada apa bapak-bapak datang kesini" tanyanya tegang sambil berdiri. 

Ditanya kapasitasnya dikantor tersebut, wanita yang disebutkan terlihat marah. 
  
" Saya supervisor disini, ada apa bapak kesini" jawabnya tanpa mau menyebutkan nama. 
 
Saat dikonfirmasi terkait meteran yang diambil, wanita tersebut meminta surat tugas kepada wartawan dan menolak dikonfirmasi 

" Saya mau bicara sama bapak ini, kalau bapak wartawan, mana surat tugasnya, kalau bapak mau konfirmasi, harus ada surat tugas dari atasan" katanya tanpa memperdulikan wartawan

Pada pertemuan itu, Syafii meminta kepada wanita itu untuk segera mengembalikan meteran miliknya. 

" Kalau bapak keberatan silakan datang ke manager siantar, bila perlu ke pusat" tantangnya. 

Dalam hal ini,  Syafii meminta keadilan dan dirinya tidak mau meteran miliknya atas nama almarhum orangtuanya bernama Bahari L dengan ID Pelanggan 121160225527 tarif daya R1/450 segera dikembalikan.

" Saya keberatan meteran saya ditukar, saya minta keadilan, meteran saya diputus saat saya tidak dirumah dan meteran saya diganti dengan meteran prabayar, ada apa,  apa meteran saya itu dijual,  kalau tidak, kenapa mereka tidak mau menunjukkan meteran saya" ucapnya kesal. 

Sebelumnya, Abu mengatakan pencabutan meteran yang disebutkan oleh salah seorang petugas PLN dari rayon Indrapura. 

 " Aku tak tau, entah hari apa itu aku lupa, memang ada tim dari Indrapura turun semotor ( 1 mobil-red) ketua timnya bernama Leo, dialah yang mencabut meteran abang itu" jawabnya. (tim



 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HUT SUARAKPK KE 9 (APRIL 2018)