KAB.SEMARANG, SUARAKPK.COM – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak Kabupaten Semarang yang dijadwalkan berlangsung 14 Desember 2026 mulai memasuki tahapan persiapan. Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, mencatat lima bakal calon kepala desa yang siap bersaing merebut kepercayaan masyarakat.
Jumlah tersebut sesuai batas maksimal sehingga tidak diperlukan seleksi tambahan. Setelah pendaftaran ditutup pada 15 Oktober 2026, panitia kini melakukan verifikasi dokumen persyaratan bakal calon, termasuk ijazah dan kelengkapan administrasi lainnya.
Kepala Desa Lerep petahana ,Sumariyadi,S.T., menyebut situasi menjelang Pilkades sejauh ini masih kondusif. Ia berharap seluruh calon dan pendukung mampu menjaga suasana tetap damai meski persaingan diperkirakan berlangsung ketat.
“Riak-riak kecil dalam persaingan itu wajar, tetapi sejauh ini masih kondusif. Harapannya, Lerep tetap tenang dan damai,” ujarnya.
Dari delapan dusun di Desa Lerep, bakal calon berasal dari lima dusun. Kondisi tersebut diperkirakan membuat persaingan semakin dinamis karena masing-masing calon memiliki basis dukungan di wilayahnya.
Petahana Pilih Tidak Membebani Pemimpin Baru
Pilkades kali ini sekaligus menjadi momentum berakhirnya pengabdian kepala desa petahana setelah tiga periode menjabat ditambah masa perpanjangan dua tahun, atau sekitar 20 tahun.
Ia menegaskan tidak ingin membebani kepala desa terpilih dengan kewajiban meneruskan seluruh program pemerintahan sebelumnya. Pemimpin baru, menurutnya, harus memiliki kebebasan menentukan arah pembangunan berdasarkan visi dan kebutuhan masyarakat.
“Kalau saya sudah 20 tahun mengabdi, cukuplah. Selanjutnya, saya serahkan sepenuhnya kepada visi pemimpin yang baru. Kalau punya program unggulan sendiri, silakan,” tegasnya.
Meski tidak lagi menjadi kepala desa, ia menyatakan tetap siap mendukung pembangunan sebagai warga biasa.
“Kalau kemarin saya menjadi nakhoda, besok menjadi penumpang yang baik. Kalau kapal bocor, ikut menambal supaya kita semua selamat,” ungkapnya.
Pilkades bukan sekadar pergantian pemimpin, melainkan ujian kedewasaan demokrasi masyarakat desa. Siapa pun yang terpilih nantinya diharapkan mampu menjaga persatuan, meningkatkan pelayanan publik, dan memastikan pembangunan Desa Lerep berjalan sesuai aspirasi masyarakat.
( Redaksi: Endar W)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar