Gunungkidul, Suarakpk.com- Beberapa agenda kegiatan peringatan Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke-196 telah terlaksana dengan sempurna. Sayangnya di balik layar suksesnya kegiatan, terjadi suatu peristiwa yang tidak mampu diredam oleh Pemerintah Daerah, masyarakat disuguhkan sebuah "drama" retaknya hubungan Bupati/ Wakil Bupati Gunungkidul.
Berawal ketidakhadiran Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, dalam beberapa agenda peringatan hari jadi memunculkan berbagai persepsi publik. Masyarakat mengartikan hal tersebut suatu pertanda hubungan level pucuk pimpinan pemerintah daerah sedang tidak baik-baik saja.
Atas kejadian tersebut, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, S.E., M.P., menyatakan bahwa beberapa kegiatan hari jadi sebenarnya telah mengundang wakil bupati.
“Bukti undangan juga disampaikan, beliu di Jakarta. Kemudian malam tirakatan beliu juga diundang tetapi juga berada di Jakarta, izin,” kata Endah yang diunggah di media sosial.
Bahkan pada kesempatan yang sama, Endah juga meminta, Kabag Protokol untuk merakap alasan ketidakhadiran Wakil Bupati Gunungkidul di berbagai acara kegiatan hari jadi.
Menanggapi hal tersebut, Joko Parwoto, S.E., M.M., memberikan klarifikasi keadaan sebenarnya, meski sebelumnya, Joko beralibi ketidakhadiranya lantaran sakit gigi.
Dari klarifikasi Joko yang beredar dapat disimpulkan bahwa terjadi suatu peristiwa yang memicu retaknya hubungan antara bupati dan wakil bupati.
Bahkan isu yang beredar di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) kejadian tersebut dikaitkan dengan peristiwa gladi bersih salah satu kegiatan hari jadi. Namun demikian, ASN yang mengetahui kejadian tersebut tidak bersedia menjelaskan secara detail.
Keretakan hubungan pasangan Endah-Joko semakin terlihat jelas dengan beredarnya pesan WatsApp wakil bupati yang ditujukan kepada Sekda Gunungkidul, Sri Suhartanta, S.IP., M.Si.
“Mohon perhatian dan bantuan Pak Sekda untuk menyampaikan kepada Ibu Bupati agar senantiasa menjaga etika, tata krama serta penghormatan terhadap kedududkan dan martabat jabatan Bupati/Wakil Bupati dalam menjalankan pemerintah,” demikian narasi pembuka pesan wakil bupati yang beredar di WatsApp.
Pesan WA tersebut jelas menunjukan luapan kekecewaan wakil bupati terhadap Bupati Gunungkidul. Dapat ditafsirkan, sebagai Bupati Gunungkidul, Endah senantiasa kurang menjaga etika, dan tata krama terhadap wakil bupati.
Jabatan wakil bupati, Joko menegaskan, bukanlah ASN yang dapat diperlakukan atau ditegur secara tidak patut di depan pegawai Pemkab.
Pesan Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, S.E., M.M., yang ditujakan ke pada Sekda Gunungkidul merupakan salah satu bukti bahwa hubungan komunikasi langsung maupun tidak langsung antara bupati/wakil bupati tidak berjalan dengan semestinya. Beredar juga rumor, nomor kontak wakil bupati pun diblokir oleh Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih.
Mengambil hikmah “Drama Hari Jadi” tersebut masyarakat tentu berharap pasangan bupati/wakil bupati dapat segera membenahi hubungan kerja maupun politik, mampu mengendalikan diri, sehingga masyarakat tidak menjadi korban.
( Tim/red).


Tidak ada komentar:
Posting Komentar