Parsunto Kembali Maju di Pilkades Nyatnyono 2026, Usung Visi Desa Wisata Mandiri dan Sejahtera - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


Penghargaan dari Kedubes Maroko


 

15 Oktober 2026

Parsunto Kembali Maju di Pilkades Nyatnyono 2026, Usung Visi Desa Wisata Mandiri dan Sejahtera


UNGARAN, SUARAKPK.COM – Petahana Kepala Desa Nyatnyono, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Parsunto, kembali menyatakan kesiapannya mengikuti kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak gelombang pertama tahun 2026. Dengan mengusung visi pembangunan desa wisata yang mandiri dan sejahtera, Parsunto berkomitmen melanjutkan pengabdian kepada masyarakat sekaligus mengoptimalkan potensi lokal.


Parsunto dijadwalkan menyerahkan berkas pendaftaran sebagai bakal calon kepala desa (bacakades) untuk masa jabatan 2027–2035 pada Kamis (15/10/2026), pukul 09.00 WIB.


Saat dikonfirmasi mengenai perkembangan tahapan pendaftaran, Parsunto menyampaikan bahwa sudah ada dua pihak yang menyerahkan persyaratan.


“Sudah ada dua yang menyampaikan persyaratan, Mas,” ujarnya, Kamis (15/10/2026).


Dalam pencalonannya kali ini, Parsunto mengusung visi “Khoirunnas Anfa’uhum Linnas: Dari Fondasi Pengabdian, Menuju Desa Wisata yang Mandiri dan Sejahtera.”


Visi tersebut menjadi landasan untuk melanjutkan pembangunan Desa Nyatnyono, yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata religi unggulan di Kabupaten Semarang, tepatnya di kawasan lereng Gunung Ungaran.


Penataan Desa dan Pemberdayaan Pemuda Jadi Prioritas

Sejumlah program prioritas telah disiapkan Parsunto apabila kembali memperoleh kepercayaan masyarakat untuk memimpin Desa Nyatnyono selama periode 2027–2035.


Program tersebut antara lain penataan organisasi kepengurusan makam keramat, pembangunan lapangan sepak bola, serta penguatan kegiatan kepemudaan.


Selain pembangunan sarana dan prasarana, Parsunto juga menaruh perhatian terhadap pelestarian budaya lokal. Menurutnya, keberadaan generasi muda menjadi faktor penting dalam menjaga tradisi sekaligus mengembangkan potensi desa.


Salah satu upaya yang direncanakan adalah melanjutkan kegiatan Hasta Fest yang melibatkan karang taruna desa sebagai wadah kreativitas dan pelestarian budaya.


“Mengadakan kegiatan pelestarian budaya bekerja sama dengan karang taruna desa yang bernama Hasta Fest sampai tiga kali,” tambahnya.


Keterlibatan pemuda diharapkan tidak hanya menjaga keberlangsungan tradisi, tetapi juga membuka ruang bagi tumbuhnya kreativitas, partisipasi sosial, dan kegiatan produktif yang dapat mendukung perkembangan desa.


Potensi Wisata Religi Jadi Modal Pembangunan

Desa Nyatnyono memiliki sejumlah destinasi wisata religi yang menjadi daya tarik peziarah dari berbagai daerah. Di antaranya makam Waliyullah Syekh Hasan Munadi dan Syekh Hasan Dipuro, Sendang Kalimah Toyyibah, serta Masjid Bersejarah Subulussalam.


Destinasi tersebut menjadi bagian penting dari identitas dan potensi unggulan Desa Nyatnyono. Peziarah datang dari berbagai wilayah di Indonesia, bahkan dari luar negeri, termasuk Malaysia dan Singapura.


Potensi wisata religi tersebut membuka peluang bagi pengembangan ekonomi masyarakat, mulai dari aktivitas perdagangan, usaha kuliner, hingga berbagai layanan yang dibutuhkan para pengunjung.


Karena itu, pengembangan desa wisata membutuhkan pengelolaan yang terarah, pelestarian situs bersejarah, penataan lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat setempat.


Jika kembali terpilih, tantangan bagi Parsunto adalah memastikan potensi wisata tersebut tidak hanya menjadi daya tarik kunjungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang nyata dan berkelanjutan bagi warga.


Pilkades Serentak Kabupaten Semarang Dijadwalkan 14 Desember 2026

Sementara itu, Pilkades serentak gelombang pertama di Kabupaten Semarang dijadwalkan berlangsung pada 14 Desember 2026 dengan melibatkan 140 desa.


Tahapan pendaftaran bakal calon kepala desa berlangsung sepanjang Oktober 2026. Berdasarkan informasi yang dimuat dalam pemberitaan Harian7.com, pelaksanaan Pilkades tersebut disebut mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 16 Tahun 2026.


Dalam pemberitaan tersebut juga disebutkan adanya ketentuan pembatasan jumlah pemilih maksimal 600 orang pada setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS). Dengan ketentuan itu, jumlah TPS pada gelombang pertama diperkirakan mencapai sekitar 900 TPS.


Pemerintah Kabupaten Semarang membagi pelaksanaan Pilkades serentak menjadi tiga gelombang. Setelah gelombang pertama pada 2026, gelombang kedua direncanakan berlangsung pada 2027 dengan melibatkan 44 desa. Adapun gelombang ketiga dijadwalkan pada 2030 dengan melibatkan 24 desa.


Kontestasi Pilkades Nyatnyono menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menentukan arah kepemimpinan desa selama delapan tahun mendatang.


Bagi Parsunto, pencalonan kembali bukan sekadar upaya mempertahankan jabatan, melainkan kesempatan untuk menawarkan keberlanjutan pembangunan. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan masyarakat yang akan menilai visi, program, rekam jejak, serta komitmen setiap calon dalam mewujudkan desa yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.

( Redaksi: Endar W)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HUT SUARAKPK Ke 9 (2018)