MOJOKERTO, suarakpk.com – Sejumlah keluhan masyarakat terkait pelayanan di Samsat Mojokerto muncul pada kolom ulasan Google Maps sepanjang September 2026. Keluhan tersebut menyoroti beragam persoalan, mulai dari dugaan pungutan liar (pungli), keberadaan calo, proses balik nama kendaraan, hingga kualitas pelayanan petugas.
Salah satu pengguna layanan bahkan menyinggung dugaan praktik pungli dan keberadaan calo di sekitar lokasi pelayanan Samsat Mojokerto.
“Inilah yang disebut tikus yang sudah menguasai lumbung, pungli calo berkeliaran di sekitar tempat,” tulis pengguna tersebut dalam ulasannya.
Keluhan serupa disampaikan pengguna lainnya terkait proses balik nama kendaraan. Ia mempertanyakan adanya perbedaan waktu pelayanan yang menurut pengalamannya terjadi antara pengurusan secara mandiri dan melalui jasa calo.
“Balik nama mobil BPKB-nya ditahan harus nunggu 4 bulan, sedangkan yang pakai calo bisa jadi saat itu juga,” tulisnya.
Pengguna tersebut kemudian menyampaikan kekecewaannya terhadap kondisi pelayanan yang dialaminya.
Dugaan Pungli dalam Cek Fisik Kendaraan
Keluhan lain juga mengungkap pengalaman terkait proses cek fisik dan gesek nomor rangka kendaraan. Pengguna mengaku pernah dimintai sejumlah uang ketika mengurus kendaraan dengan pelat nomor dari luar Provinsi Jawa Timur.
“Pernah ngurus cek fisik dan gesek rangka. Untuk ganti plat luar provinsi Jawa Timur kena pungli, dimintain uang. Padahal harusnya gratis. Itu empat tahun yang lalu,” tulisnya.
Pengguna itu berharap praktik serupa tidak kembali terjadi saat dirinya mengurus penggantian pelat kendaraan dalam waktu dekat.
“Moga-moga aja sih sekarang sudah nggak ada pungli. Mau ganti plat dalam waktu dekat juga ini,” lanjutnya.
Keluhan Tak Hanya Soal Biaya
Sorotan masyarakat dalam ulasan Google Maps tidak hanya berkaitan dengan dugaan pungutan maupun calo. Aspek sikap dan kualitas pelayanan petugas juga menjadi perhatian.
Seorang pengguna meminta agar pelayanan, khususnya pada bagian kasir, ditingkatkan.
“Bagian kasir dan pelayanan ditingkatkan lagi. Gitu aja judes, apalagi kasir satu cewek itu. Pemerintah itu harus melayani masalah dengan sabar dan ikhlas, kita juga bayar pajak,” keluhnya.
Sementara itu, pengguna lainnya menuliskan keluhan menggunakan bahasa Jawa. Secara substansi, ia mempertanyakan adanya dugaan perbedaan perlakuan antara masyarakat yang mengurus administrasi secara langsung dengan mereka yang menggunakan jasa calo.
Ia juga mengeluhkan proses administrasi yang menurut pengalamannya justru terasa dipersulit ketika dilakukan sendiri.
Perlu Klarifikasi dan Pengawasan
Beragam ulasan tersebut tentu belum dapat dijadikan bukti bahwa dugaan pungli, praktik percaloan, maupun perlakuan berbeda dalam pelayanan benar-benar terjadi secara sistematis. Ulasan Google Maps merupakan pengalaman dan pernyataan pengguna yang masih memerlukan verifikasi serta klarifikasi dari pihak berwenang.
Namun, munculnya sejumlah keluhan dengan isu yang relatif beririsan patut menjadi perhatian penyelenggara pelayanan publik, terutama terkait transparansi prosedur, kepastian waktu penyelesaian, biaya resmi, serta pengawasan terhadap pihak yang menawarkan jasa pengurusan di sekitar kantor pelayanan.
Masyarakat juga memiliki hak untuk memperoleh informasi mengenai prosedur dan tarif resmi setiap jenis layanan, sehingga dapat membedakan antara biaya yang memang ditetapkan secara resmi dengan pungutan di luar ketentuan.
Hingga berita ini diturunkan, Redaksi belum memperoleh konfirmasi dari pihak terkait mengenai berbagai keluhan yang disampaikan masyarakat tersebut.
Redaksi masih berupaya meminta klarifikasi kepada pihak Samsat Mojokerto maupun Satlantas Polres Mojokerto, termasuk mengenai mekanisme pengawasan terhadap praktik percaloan, prosedur pelayanan balik nama kendaraan, proses cek fisik kendaraan, serta ada atau tidaknya pungutan di luar ketentuan.
Berita ini akan diperbarui setelah Redaksi memperoleh keterangan resmi dari pihak terkait. (Tim/Red)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar