Gunungkidul, Suarakpk.com- Seorang remaja berinisial RAG (17), warga Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan sekelompok orang. Korban mengalami patah tulang hidung, luka bakar akibat sundutan rokok, serta memar di sejumlah bagian tubuh hingga harus menjalani perawatan medis.
Ibu korban, Rusmini, mengatakan peristiwa itu diduga berawal dari persoalan sepele, yakni pinjam-meminjam jaket. Menurut dia, putranya sempat meminjam jaket milik seorang temannya, namun jaket tersebut kemudian dipinjamkan lagi kepada orang lain hingga memicu perselisihan.
"Awalnya anak saya meminjam jaket milik temannya. Ternyata jaket itu dipinjamkan lagi kepada temannya yang lain. Dari persoalan jaket itulah kemudian anak saya dicari-cari," ujar Rusmini, Rabu (17/6/2026).
Rusmini menuturkan, pemilik jaket bersama ayahnya sempat dua kali mendatangi rumah untuk mencari Rio. Namun, saat itu korban belum pulang sehingga mereka hanya bertemu dengan kakak perempuan korban.
Beberapa hari kemudian, sekitar pukul 02.00-03.00 WIB, Rio dipanggil ke sebuah kafe di wilayah Baleharjo, Wonosari. Korban disebut datang karena mengira persoalan tersebut akan diselesaikan secara kekeluargaan.
"Anak saya datang karena mengira hanya akan diajak membicarakan masalah jaket. Tetapi setibanya di sana, justru terjadi pemukulan," kata Rusmini.
Menurut dia, setelah mengalami pemukulan di kafe, korban kemudian dibawa menggunakan mobil ke sebuah rumah kosong di kawasan Wonosari. Di lokasi itu, Rio diduga dianiaya secara bersama-sama oleh lebih dari enam orang.
Rusmini mengaku putranya mengalami kekerasan fisik yang cukup berat. Selain dipukul hingga hidungnya patah, korban juga diduga disundut rokok pada bagian leher dan kaki, disiram minuman keras, serta lukanya digosok menggunakan garam.
"Anak saya dipukuli ramai-ramai. Leher dan kakinya disundut rokok, badannya disiram minuman keras, bahkan lukanya digosok pakai garam. Hidungnya patah dan bagian belakang kepalanya memar karena dipukul benda keras," ungkapnya.
Korban, lanjut Rusmini, hanya mengenali dua orang yang diduga terlibat, yakni remaja berinisial P dan Z. Sementara pelaku lainnya tidak dikenali karena sebagian merupakan orang dewasa yang belum pernah ditemui korban.
Usai kejadian, korban diantar ke rumah seorang temannya dan menginap di sana. Rusmini menyebut teman-teman korban yang berada di lokasi juga diduga mendapat ancaman agar tidak menceritakan peristiwa yang sebenarnya dan diminta mengatakan bahwa Rio mengalami kecelakaan.
Keesokan paginya sekitar pukul 09.30 WIB, korban diantar pulang ke rumah dalam kondisi wajah bengkak. Awalnya, Rio mengaku terjatuh. Namun setelah keluarga meminta keterangan dari teman-temannya, dugaan penganiayaan itu akhirnya terungkap.
"Awalnya dia mengaku jatuh. Mungkin karena ketakutan akibat diancam. Tetapi setelah kami mengumpulkan teman-temannya satu per satu, akhirnya terungkap kalau anak saya menjadi korban penganiayaan," tutur Rusmini.
Keluarga kemudian membawa korban ke Klinik Nur Rohmah Playen sebelum dirujuk ke RSUD Wonosari untuk menjalani pemeriksaan lanjutan, termasuk CT scan kepala dan visum.
Setelah mendapatkan penanganan medis, keluarga melaporkan dugaan penganiayaan tersebut ke Polres Gunungkidul. Menurut Rusmini, pemeriksaan korban sempat tertunda karena kondisinya masih mengalami pusing akibat luka yang diderita.
"Kami berharap para pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku dan kejadian seperti ini tidak menimpa anak-anak yang lain," katanya.
Hingga berita ini ditulis, pihak Polres Gunungkidul masih melakukan penyelidikan terkait laporan tersebut.( Gunawan/red).


Tidak ada komentar:
Posting Komentar