Kab Semarang,suarakpk.com-Suasana penuh khidmat dan kebersamaan mewarnai Pengajian Akbar Peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang digelar warga Tegal Sari Lor RT 07/RW 03, Kelurahan Pringapus, Selasa (16/6/2026) malam. Sejak pukul 20.00 WIB, masyarakat dari berbagai usia memadati lokasi acara untuk mengikuti pengajian sekaligus santunan bagi anak-anak yatim.
Kehadiran mubalighoh ternama, Ustadzah Mumpuni, menjadi daya tarik tersendiri bagi jamaah. Dengan gaya ceramah yang ringan dan mudah dipahami, ia mengajak masyarakat memaknai bulan Muharram sebagai bulan yang penuh pelajaran tentang kesabaran, perjuangan, dan pertolongan Allah SWT.
Dalam tausiyahnya, Ustadzah Mumpuni mengisahkan perjalanan beberapa nabi yang mendapat ujian berat namun akhirnya memperoleh kemenangan atas izin Allah SWT. Di antaranya kisah Nabi Yunus AS yang diselamatkan setelah berada di dalam perut ikan dan Nabi Musa AS yang memperoleh keselamatan dari kejaran Fir'aun.
“Bulan Muharram mengajarkan kepada kita bahwa setiap ujian pasti ada jalan keluar jika kita tetap beriman dan berserah diri kepada Allah SWT,” pesannya di hadapan jamaah.
Tak hanya menjadi sarana menambah ilmu agama, kegiatan tersebut juga menjadi momentum berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim melalui pemberian santunan. Senyum para penerima santunan menambah hangat suasana malam itu, menunjukkan semangat kepedulian yang tumbuh di tengah masyarakat.
Camat Pringapus, Slamet Sodiq, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya kepada panitia dan warga. Menurutnya, kegiatan keagamaan yang dibarengi dengan aksi sosial seperti santunan yatim merupakan wujud nyata penguatan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kegiatan ini sangat positif karena tidak hanya memperkuat iman dan takwa, tetapi juga menumbuhkan rasa peduli dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Bagi warga Tegal Sari Lor, peringatan Tahun Baru Islam bukan sekadar agenda tahunan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ajang mempererat silaturahmi, memperkuat ukhuwah Islamiyah, dan menanamkan nilai kepedulian kepada sesama.
Malam Muharram di Tegal Sari Lor pun terasa lebih bermakna. Di tengah lantunan doa dan tausiyah yang menggugah hati, masyarakat diajak untuk memulai tahun baru Islam dengan semangat memperbaiki diri, memperkuat keimanan, dan memperbanyak amal kebajikan.
(Redaksi: Endar W )



Tidak ada komentar:
Posting Komentar