KENDAL –suarakpk.com. Penyesuaian alokasi Dana Desa tahun 2026 dari Rp1 Miliar menjadi Rp300 juta per desa jadi tantangan bersama. Namun, Ketua Paguyuban Kepala Desa se Kabupaten Kendal, Suyoto, menegaskan komitmen 266 kades se Kabupaten Kendal untuk tetap mengutamakan pelayanan dasar bagi masyarakat.
Terkait keluhan teman-teman Kades soal anggaran yang dipangkas cukup besar, Suyoto menjelaskan bahwa pihaknya memahami kebijakan penyesuaian anggaran tersebut sebagai bagian dari efisiensi nasional.
"Ya, teman-teman Kades memang banyak yang mengeluhkan tentang dana desa yang dipangkas begitu banyak. Tapi kami sepakat, pelayanan kepada warga harus tetap diutamakan," jelas Suyoto saat ditemui, Rabu 17/6/2026.
Menurutnya, dengan anggaran Rp300 juta, para kades bersama BPD dan perangkat desa kini dituntut lebih kreatif dan efisien dalam menyusun prioritas pembangunan. Program-program mendasar seperti penanganan stunting, perbaikan infrastruktur jalan lingkungan, dan bantuan langsung tunai tetap menjadi fokus utama.
"Justru di kondisi seperti ini, sinergi antara pemerintah desa, kecamatan, dan kabupaten diuji. Alhamdulillah, semangat gotong royong warga Kendal masih kuat. Kami optimis pelayanan bisa tetap berjalan baik," tambahnya.
Penyesuaian DD 2026 sendiri merupakan kebijakan pemerintah pusat untuk menyesuaikan postur APBN. Meski jumlahnya berkurang, pemerintah tetap memastikan dana desa sebagai pilar pembangunan dari desa tetap disalurkan untuk kesejahteraan masyarakat desa.
Langkah para kades se Kabupaten Kendal yang tetap mengutamakan pelayanan di tengah keterbatasan anggaran ini mendapat apresiasi. Diharapkan, inovasi dan efisiensi yang dilakukan pemerintah desa bisa menjadi contoh pengelolaan keuangan yang akuntabel dan berpihak kepada warga,beki red


Tidak ada komentar:
Posting Komentar