Tim Pengabdian FPP UNDIP Kenalkan Inovasi "Maggot BSF" di Desa Kadirejo - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


Penghargaan dari Kedubes Maroko


 

17 Februari 2026

Tim Pengabdian FPP UNDIP Kenalkan Inovasi "Maggot BSF" di Desa Kadirejo


 




 KAB.SEMARANG, suarakpk.com - Tingginya harga pakan pabrikan seringkali menjadi kendala utama bagi para peternak di pedesaan,  menjawab tantangan tersebut, Tim Pengabdian Masyarakat dari Departemen Peternakan, Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro (FPP UNDIP) menggelar pelatihan budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai pakan alternatif sumber protein di Desa Kadirejo Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang, di aula balai desa setempat, Kamis,(12/2/2026).


Kegiatan ini bekerja sama dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mitra Tani dan Kelompok Tani Ternak Ngudi Rahayu 7 Dusun Daleman Desa Kadirejo.


Program ini mengusung misi mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) ke-1, yakni mengakhiri kemiskinan, dengan cara menekan biaya produksi ternak melalui pakan mandiri.


Tim pengabdian yang terdiri dari Dr. Ir. Mulyono, MSi. Prof. Istna Mangisah, Lilik Krismiyanto, S.Pt. M.Si dan Prof. Vitus Dwi Yunianto Budi Ismadi memperkenalkan Maggot BSF karena kandungan nutrisinya yang luar biasa.


Menurut Doktor Mulyono, Maggot diketahui memiliki kandungan protein kasar mencapai 41-42%, lemak kasar 31-35%, serta mineral penting seperti kalsium dan fosfor, ujarnya.


Sementara itu, Samsudin, selaku tokoh penggerak desa yang menjabat sebagai Ketua Gapoktan Mitra Tani Desa Kalirejo sekaligus Ketua Kelompok Tani Ternak Ngudi Rahayu 7 Dusun Daleman Desa Kadirejo, menyambut baik dan penuh antusias tentang teknologi ini.


Menurutnya, inovasi ini sangat relevan dengan kebutuhan anggotanya.

"Selama ini kami terkendala biaya pakan yang terus naik. Teknologi Maggot BSF ini adalah solusi cerdas karena investasinya relatif murah dan tidak membutuhkan infrastruktur yang rumit, bahkan tidak memerlukan listrik maupun air yang banyak dalam produksinya, kedepanya bisa bekerja dengan dapur MBG untuk pemanfaatan limbah dapurnya,” ujar Samsudin.


Samsudin menambahkan bahwa anggota kelompok tani ternak di Dusun Daleman Desa Kadirejo, kini memiliki harapan baru untuk meningkatkan bobot ternak mereka tanpa harus merogoh kocek yang dalam untuk membeli pakan konvensional, ucap Samsudin.


Sementara itu, Kepala Desa Kadirejo Riyadi, kepada wartawan menyampaikan, atas nama pemerintah Desa memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi antara akademisi UNDIP dan warganya, ia menekankan manfaat ganda dari budidaya Maggot, yakni sebagai pakan dan solusi sampah desa.


Selain membantu peternak, Maggot ini membantu program bebas sampah di desa kami, karna larva BSF mampu mengonversi limbah organik, seperti limbah pertanian dan kotoran ternak, menjadi produk bernilai tambah.


"Ini sejalan dengan visi pemerintah desa kami untuk menciptakan desa yang mandiri dan bersih," ungkap Riyadi.


Riyadi menambahkan, dalam pelatihan tersebut, warga diajarkan cara memancing lalat BSF bertelur menggunakan bahan sederhana seperti dedak/bekatul, gula pasir/tetes tebu, penyedap rasa, dan probiotik (EM4/Yakult).


Peserta juga mempelajari siklus hidup BSF, mulai dari fase telur, larva (maggot), prepupa, hingga menjadi lalat dewasa yang rata-rata hidup 7 hingga 14 hari, keunggulan utama teknologi ini adalah sifatnya yang aplikatif dan mudah diadopsi oleh masyarakat awam. 


Maggot yang dihasilkan nantinya dapat diberikan langsung ke ternak atau diproses menjadi tepung yang kaya akan asam lemak laurat, melalui kegiatan ini, diharapkan Desa Kadirejo, khususnya Dusun Daleman, dapat menjadi sentra percontohan peternakan rakyat yang efisien dan ramah lingkungan, tandas Riyadi.


Akhir pelatihan Doktor Mulyono menyampaikan Tentang Departemen Peternakan, Fakultas Peternakan dan Pertanian UNDIP, yang mana Tim Pengabdian Masyarakat FPP UNDIP berkomitmen untuk mentransfer iptek dari kampus ke masyarakat guna meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak Indonesia, sebagaimana seperti yang dilakukan di Desa Kadirejo.


Melalui kegiatan ini, diharapkan Desa Kadirejo dapat menjadi desa percontohan bagi kemandirian pertanian dan peternakan di wilayah Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang, bahkan beliau mempersilakan kepada masyarakat bila mau berkonsultasi tentang Inovasi "Maggot BSF" silakan kontak

Dr. Ir. Mulyono, M.Si 

No. HP/WhatsApp: 085727278309

 Email: qmulyo@gmail.com, pungkasnya.(Mujib/Eddy/red).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HUT SUARAKPK Ke 9 (2018)