Grobogan,suarakpk.com - Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, sejak dini hari menyebabkan sejumlah sungai meluap. Akibatnya, sebanyak 14 desa di 8 kecamatan terendam banjir pada Senin (16/2/2026) mulai pukul 02.00 WIB.
Berdasarkan laporan awal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Grobogan, luapan air sungai tidak hanya menggenangi pemukiman, tetapi juga memutus akses jalan raya dan memaksa puluhan warga untuk dievakuasi.
Titik terparah dilaporkan terjadi di Kelurahan Kalongan, Kecamatan Purwodadi, tepatnya di Perumahan Permata Hijau. Ketinggian air di lokasi tersebut mencapai 1 meter, sehingga petugas BPBD harus segera dikerahkan untuk mengevakuasi warga yang terjebak di dalam rumah.
Kondisi serupa terjadi di Dusun Legundi, Desa Karangharjo, Kecamatan Pulokulon. Luapan Sungai Peganjing setinggi 50 cm memaksa sedikitnya 30 warga melakukan evakuasi mandiri guna menghindari risiko yang lebih besar.
Berikut adalah rincian wilayah yang terdampak:
1. Kecamatan Purwodadi: Kelurahan Purwodadi (Kampung Jagalan) dan Kelurahan Kalongan (Perumahan Permata Hijau).
2. Kecamatan Kedungjati: Desa Klitikan, Kedungjati (akses jalan ke Salatiga tergenang), dan Desa Wates.
3. Kecamatan Tegowanu: Desa Tajemsari dan Desa Sukorejo.
4. Kecamatan Gubug: Desa Penadaran (Dusun Sasak, Tegalrejo, dan Bantengan).
5. Kecamatan Karangrayung: Desa Karangsono dan Desa Mojoagung (akibat tanggul Sungai Jajar jebol).
6. Kecamatan Pulokulon: Desa Karangharjo.
7. Kecamatan Geyer: Desa Bangsri (3 rumah terendam).
8. Kecamatan Toroh: Desa Tambirejo dan Desa Krangganharjo.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Grobogan Wahyu Tri Darmawanto menyatakan, bahwa tim reaksi cepat telah diterjunkan ke lapangan. Fokus utama saat ini adalah penyelamatan jiwa, terutama di titik-titik dengan genangan air yang tinggi.
"Melakukan evakuasi di Perumahan Permata Hijau Kalongan dan Perumahan Janur Kuning di Desa Tambirejo," ungkap pihak BPBD dalam keterangan resminya.
Warga dihimbau untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.(Dwi/red)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar