Ngabuburit dan Berburu Ta'jil di Pasar "Bukan" Suruh - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


Penghargaan dari Kedubes Maroko


 

23 Februari 2026

Ngabuburit dan Berburu Ta'jil di Pasar "Bukan" Suruh


 

KAB. SEMARANG, suarakpk.com - Setiap memasuki bulan suci Ramadhan, denyut ekonomi musiman mulai terasa di Desa Suruh Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang, itulah fenomena "Pasar Bukan Kauman" yang berada di Dusun Kauman, Desa Suruh, Kecamatan Suruh yang menawarkan aneka menu berbuka puasa sangar  menggugah selera.


Menurut Ketua Karang Taruna (Kartar) AMUKAS  Dusun Kauman Desa Suruh,  Muhammad Arjun, mengatakan,  "Pasar Bukan Kauman" yang dibuka mulai pukul 15.30 wib selama bulan Ramadhan, lokasinya yang sangat strategis di sepanjang jalan KH. Mansyur Dusun Kauman Desa Suruh, menawarkan aneka makanan takjil khas pedesaan   seperti Jemunak Ketan Lopis, Sayur Matang, Cilot, Siomay, Sate, Takoyaki, Telur Gulung, Pempek, Nasi Kebuli, Corndog, aneka Gorengan, Kebab, dan Sayur Matang siap saji untuk berbuka, serta aneka minuman es, seperti es teler, es mojito, es jus buah, dll, ujar Arjun kepada media, Minggu,(22/2/26).


Lebih lanjut dikatakan Arjun,  "Pasar Bukan Kauman" ini sejatinya sudah berjalan 20 Tahun lalu, tepatnya pada Ramadhan 2006, suatu konsistensi yang luar biasa berkat sinergisitas Antara pemuda Karang taruna AMUKAS pada saat itu yang diprakarsai Mas Nur Cahyono Adi Akrab yang akrab disapa mas Adi, dan Sekretaris H. Agus Yulianto (saat ini Kades Suruh), serta tokoh masyarakat dan Pemerintah Desa, jelas Arjun.


Menurut Arjun, "Pasar Bukan Kauman" awalnya hanya diikuti tidak lebih dari 10 tenan/ pedagang, namun Alhamdulillah dari tahun ketahun selalu meningkat, bahkan pada Ramadhan 1447 H / 2026 ini mencapai 100 tenan lebih, ucapnya.


Sementara itu Kepala Desa Suruh Kecamatan Suruh H. Agus Yulianto, ketika dikonfirmasi media mengatakan, pemerintah desa selalu mendukung dan memberi apresiasi kehadiran "Pasar Bukan Kauman" karena tidak saja memberi kemudahan warga mendapatkan hidangan berbuka, namun pasar musiman ini juga ikut menggerakkan roda perekonomian masyarakat desa.


Karena sebagian besar pedagang merupakan warga setempat yang memanfaatkan momentum bulan suci Ramadhan untuk menambah penghasilan, dan tidak ada sewa tempat alias gratis, hanya ritribusi sampah dan listrik.


"Kami sangat senang, karena setiap sore, aroma makanan dari lapak pedagang  berpadu dengan canda tawa pembeli menciptakan suasana hangat khas bulan suci, mulai Anak-anak, remaja, hingga orang tua sambil bertegur sapa berjalan memilih-milih makanan dan minuman yang dijajakan di pasar tersebut", ujar H. Agus Yulianto.


Selain tersebut "Pasar Bukan Kauman" ini pun menjelma menjadi ajang healing sederhana bagi warga yang menjalani puasa seharian penuh, sambil berburu takjil di "Pasar Bukan Kauman" Desa Suruh, menjadi pilihan tepat untuk mengisi waktu ngabuburit, selain tempatnya praktis, suasana kebersamaan di pasar tersebut menghadirkan nuansa Ramadhan yang lebih terasa.


Keramaian inilah yang justru menjadi daya tarik yang membuat orang ingin kembali datang, bahkan tidak saja warga setempat, namun tidak sedikit warga tetangga desa yang ikut berburu takjil di "Pasar Bukan Kauman", karena harganya yang relatif terjangkau dan menunya juga komplit, tandas Kades yang akrab disapa pak Haji Yuli ini.


Pasar Bukan Kauman, dusun Kauman Suruh, selain menawarkan aneka takjil dan menu berbuka puasa yang menggugah selera, pasar ini juga menjadi ruang sosial warga untuk melepas penat sembari menunggu Adzan Magrib, dengan antusiasme warga yang tinggi sejak awal Ramadhan, Pasar Ramadhan Kauman, Desa Suruh  diprediksi akan terus ramai hingga akhir bulan puasa. selain menjadi pusat kuliner takjil, pasar ini juga memperkuat tradisi kebersamaan masyarakat Suruh dalam mengisi bulan penuh berkah, pungkas Haji Yuli. (Mujib/Eddy).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HUT SUARAKPK Ke 9 (2018)