Introduksi Pakan Komplit Berbas Limbah Pertanian - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


Penghargaan dari Kedubes Maroko


 

19 Februari 2026

Introduksi Pakan Komplit Berbas Limbah Pertanian


 

KAB SEMARANG, suarakpk.com - Peternak Desa Kadirejo Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang mengikuti pelatihan pembuatan pakan komplit berbasis limbah pertanian untuk peningkatan produktivitas ternak ruminansia yang diselenggarakan oleh Departemen Peternakan Fakultas Peternakan dan Pertanian Undip, di aula balai desa setempat, Kamis,(12/2/2026).


Menurut pakar peternakan Universitas Diponegoro Agung Subrata, S.P.t., M.P mengatakan, pakan komplit merupakan pakan ternak yang lengkap dan mampu menyediakan serta memenuhi nutrisi atau gizi yang dibutuhkan ternak selama satu hari (24 jam) tanpa tambahan lain kecuali air.


Pakan lengkap merupakan kombinasi atau campuran dari pakan berserat (hijauan/ limbah pertanian) dan konsentrat yang berprotein dan atau berenergi tinggi, serta pakan suplemen (sumber vitamin dan mineral), ujar Agung Subrata dihadapan peserta.


Agung Subrata menjelaskan, beberapa limbah pertanian yang dapat digunakan sebagai sumber serat antara lain, rumput, hijauan jagung, jerami jagung, jerami padi, jerami kedelai, kulit polong kedelai, kulit kacang tanah, janggel jagung, kulit kacang hijau, kulit ketela pohon, jerami kacang tanah, dan lain-lain.


Sedangkan bahan pakan yang digunakan sebagai konsentrat antara lain, bekatul, pollard, ampas tahu, onggok, bungkil kedelai, bungkil klenteng, jagung giling, dedak jagung, dan lain-lain, jelas Agung Subrata.


Lanjut Agung,  agar pakan lengkap terutama yang disusun dari limbah pertanian berkualitas baik, maka diperlukan pengolahan terlebih dahulu (jerami/ kulit-kulitan) dengan teknologi fermentasi dengan menggunakan probiotikyang banyak mengandung bakteri selulolitik anaerobik (starbio, EM4) untuk meningkatkan nutrisi dan kecernaan limbah pertanian, sehingga pakan komplit yang disusun menjadi lebih berkualitas, bebernya.


Agung menambahkan, keunggulan menggunakan pakan komplit, peternak tidak harus lagi membanting tulang untuk mencari rumput (ngarit) setiap hari, sebab pakan komplit basah (fermentasi) atau kering dapat bertahan dalam waktu lama (disimpan) sebagai cadangan pakan pada saat tertentu atau musim kemarau disaat rumput susah didapat.


Ternak akan mendapatkan asupan nutrisi yang kontinyu dan cukup, baik secara kualitas maupun kuantitas sepanjang waktu.


Lebih efisien waktu dan tenaga karena pakan ternak lebih terjamin Dangan nutrisi yang lengkap sesuai dengan kebutuhan ternak, tandasnya.


Dalam pembuatan pakan  komplit basahpun tidak sulit: 

1. Bahan pakan sumber serat (rumput/ hijauan jagung) dicacah dengan Chopper/ mesin pencacah 5 cm, kemudian diletakkan diatas terpal, Hasil cacahan yang seragam semakin baik karena saat pencampuran akan homogen (mudah tercampur dengan merata), kemudian hijauan perlu dilayukan hingga kadar air berkisar 40-50%.

2. Menyusun konsentrat dari bahan sumber konsentar seperti bekatul, pollard, ampas tahu, onggok, bungkil kelapa, kalau ampas tahunya basah maka campurkan dulu bekatul, pollard, onggok, bungkil kelapa, baru setelah itu ampas tahu dicampurkan untuk mempermudah pencampuran.

3. Mencampurkan konsentrat dengan hijauan dengan cara menaburkan konsentrat yang telah disusun diatas hijauan.

4. Tambahkan urea yang dilarutkan air (0,4%BK), kemudian tambahkan molasses dan probiotik (0,6%), jika diperlukan agar dapat menambahkan air seperlunya, kemudian semprotkan/percikan larutan urea, tetes tebu, dan probiotik di atas hamparan bahan pakan berserat, kemudian diaduk- aduk rata, tambahkan air secukupnya untuk memperoleh kandungan air pakan mencapai 60%, tandanya jika dipegang / dikepal bahan pakan basah ditangan, tapi air tidak menetes.

5. Kemudian masukkan campuran tersebut dalam plastik/ drum plastik atau tempat lainnya dan padatkan, tidak ada udara (anaerobik), kemudian ditutup rapat selama tiga Minggu ditempat yang teduh dan tidak terkena sinar matahari secara langsung.


Pakan komplit segar ini bisa langsung diberikan atau dilakukan fermentasi untuk disimpan dalam waktu tertentu, pakan komplit fermentasi diberikan dan digunakan sesudah 14 hari fermentasi berlangsung, asalkan sesudah kita mengambil untuk diberikan ke ternak harus ditutup rapat kembali, pakan fermentasi basah tetap awet. Pakan fermentasi sebaiknya diangin- anginkan  terlebih dulu hingga kering.


Sedang pembuatan pakan komplit kering, dilakukan sebagai berikut :

 1. bahan berserat yang digunakan biasanya berasal dari limbah pertanian yang sudah dikeringkan, antara lain jerami padi, jerami jagung, tongkol jagung, kulit kacang tanah, jerami kedelai, kulit ketela pohon, kulit polong kacang hijau, dan bahan-bahan tersebut kemudian digiling.

2. Sumber serat bisa satu bahan pakan atau campuran dari beberapa sumber serat yang ada.

3. Menyusun konsentrat dari bahan sumber konsentar seperti bekatul, pollard, ampas tahu, onggok, dan bungkil kelapa.

4. Mencampur campuran sumber serat dan campuran konsentrat dengan perbandingan yang sudah ditentukan dan mengaduknya sampai homogen.

5. Pakan komplit kering siap digunakan atau dikemas untuk disimpan atau dipasarkan, pungkas A.Subrata. (Mujib/Eddy).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HUT SUARAKPK Ke 9 (2018)