BANTUL, suarakpk.com – Petugas
Penyuluhan Pertanian Lapangan (PPL) Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan
Bantul, Fibrica Hananta Tur Saptarini S.Pt. belum berapa lama ini, Jumat (3/7) berkunjung
di Seketariat Kelompok Wanita Tani (KWT) di Dusun Kweden, Desa Trirenggo,
Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dalam kunjungannya Fibrica Hananta Tur
Saptarini menuturkan, bahwa kegiatan
pembangunan pertanian selamanya tidak akan terlepas dari masalah
ketahanan pangan, dimulai dari tingkat keluarga, RT, bahkan sampai tingkat
Nasional.
“Seperti halnya yang dilakukan oleh
Kelompok Wanita Tani (KWT) Ngudi Rejeki Desa Trirenggo Kecamatan Bantul ini,
atas dasar gagasan dan ide yang muncul dari Ketua KWT dan PPL Desa Trirenggo
Ibu Suharti, maka tercetuslah pembuatan Demplot mina horti, di mana kegiatan
ini menggabungkan budidaya sayuran dengan ikan secara terintegrasi, dan Demplot
ini terletak di lokasi persawahan milik Kas Desa lebih kurang seluas sekitar
200 m2, dekat dengan Sekretariat KWT,” tutur Fibrica.
Sementara, Ketua Kelompok Wanita Tani
(KWT) Suharti yang tinggal di Rt. 01 Trirenggo Bantul, saat ditemui oleh beberapa
awak Media menambahkan, untuk saat ini yang ditanam untuk percobaan adalah
kedelai edamame.
“Kami sengaja memilih mencoba menanam
kedelai edamame di lahan yang minimalis ini karena umur pendek (65 hari) dan
banyak konsumen yang suka dengan kedelai ini,” katanya.
Lebih lanjut, dijelaskan Suharti, setelah
panen kedelai edamame, KWT akan menanam sayuran yang berumur pendek juga,
sedangkan ikan yang sekarang disebar adalah ikan tawes.
“Yang untuk rencana ke depan ikan ini hanya akan dipelihara selama 3
bulan, kemudian dijual sebagai benih ikan, bukan ikan konsumsi,” jelasnya.
Diuraikan Suharti bahwa KWT Ngudi Rejeki
ini berdiri tanggal 5 Mei 2007 yang beranggotakan 20 orang, yang Sekretariatnya
di Dusun Kweden, Desa Trirenggo, Kecamatan Bantul, Kab. Bantul dan sudah resmi terregister di Dinas Pertanian
Pangan Kelautan dan Perikanan Kabupaten
Bantul.
Sebelum ada Demplot mina horti seperti
sekarang ini, lanjut Suharti, sudah dua kali ada Demplot tanaman sayuran dan
TOGA, Namun hal tersebut terkendala karena tanah yang digunakan didirikan
bangunan rumah.
“Kami sengaja memilih menggunakan tanah
Kas Desa karena tanah ini sebelumnya kurang produktif bahkan tidak dimanfaatkan,”
lanjutnya.
Ditandaskan Suharti, bahwa sasaran dari
kegiatan ini adalah seluruh anggota KWT dan masyarakat sekitar Demplot supaya
mau mengadopsi kegiatan serupa.
“Adapun tujuannya supaya adalah Sebagai
pemberdayaan anggota KWT dan mempunyai rasa tanggung jawab dalam berorganisasi,
untuk menambah pengetahuan dan kemampuan anggota KWT terhadap budidaya sayuran,
kedelai edamame dan ikan supaya semua anggota mau melaksanakan budidaya sayuran
dan ikan di lahan sempit dan jika dibudidayakan secara intensif dan mandiri di
rumah masing-masing, maka bisa mengurangi pengeluaran kebutuhan keluarga,” tandas
Suharti.
Diungkapkan, bahwa rencana ke depan,
jika demplot ini berhasil dan produktif maka akan diperluas dan setiap anggota
akan diberi bibit tanaman, polibag, serta media tanam.
“Kegiatan ini tentunya tidak terlepas
dari peran serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Balai Penyuluhan Pertanian
(BPP) Kec. Bantul. Pertemua rutin kelompok dilaksanakan setiap tanggal 20
secara bergiliran, sedangkan untuk kegiatan pembinaan sering dilakukan secara incidental,”
ungkapnya.
Ditambahkannya, selain melalukan
penyuluhan dan pendampingan, tugas PPL juga melakukan monitoring dan evaluasi
kegiatan yang dilakukan di pertengahan maupun akhir periode pelaksanaan
kegiatan.
“Besar harapan kami apabila ada bantuan
maupun subsidi dari pihak manapun terutama dari Dinas Pertanian Pangan Kelautan
dan Perikanan Kabupaten Bantul untuk
memajukan kegiatan di KWT,” pungkasnya. (Wiji/red)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar