GARUT, suarakpk.com – Beredarnya isu penjualan
sekolah oleh Kepala Desa Jayamukti Kecamatan Cihurip Kabupaten Garut yang viral
menjadi topik pemberitaan di media sosial mendorong Kepala Desa Jayamukti,
Hamdani angkat bicara.
Saat ditemui di kantornya belum berapa
lama ini, Rabu (1/7), Kepala Desa Jayamukti, Hamdani membenarkan adanya
penjualan tanah sekolah SD yang ada di desanya.
Disampaikan hamdani bahwa dijualnya
tanah sekolah oleh pengurus
termasuk kepala desa mengacu kepada
beberapa pertimbangan dan melalui musyawarah antara BPD, Komite dan semuah
intansi yang ada keterkaitan dengan Sekolah.
”Ada beberapa pertimbangan kenapa alasan
tanah Sekolah itu di jual, diantaranya lokasi sekolah yang tidak bisa dilalui
oleh kendaraan karena posisinya di dalam perkampungan” tutur Hamdani.
Hal yang lain sambungnya, kondisi tanah
sekolah yang sangat rawan pergeseran karena posisinya berada di pinggir tebing
yang sewaktu – waktu bisa berakibat longsor dan tergerus, dengan dan posisi
bangunan sudah miring bejat, hasil musawarah dan mupakat maka sekola SD
jayamukti 2 di pindahkan ke tempat lebih aman dan srategis
”Untuk itu, melalui musyawarah akhirnya
tanah sekolah itu di jual untuk direlokasi ke tempat yang lebih aman dan bisa
terjangkau oleh kendaraan, dan sekarang sekolah itu sudah berdiri di pinggir
jalan raya desa,” sambung hamdani.
Selain itu, Hamdani menjelaskan, bahwa pertimbangan
lain direlokasinya sekolah itu demi keselamatan dan kepentingan para siswa
sendiri, karena posisi tanah yang labil dan membahayakan berada di tepi tanah
yang cukup curam rawan longsor.
”Jadi kalau tanah dijual itu benar,
tapi uangnya diserahkan ke pihak sekolah untuk dibelikan dan dibangun kembali
sekolah, adapun saya selaku kepala desa cuma sebatas mengijinkan dan mengetahui
saja dan saat ini sekolah itu sudah berdiri di pinggir jalan desa,” jelasnya.
Sementara, Ketua Kordinator Wilayah
Pendidikan Kecamatan Cihurip, Edih Juandi mengatakan, meski proses penjualan
tanah sekolah tidak turut serta dilibatkan, namun pemberitahuan akan dijualnya
tanah yang ditempati oleh bangunan sekolah oleh pemilik tanah sudah
diberitahukan sebelumnya.
”Saya dari Pihak Korwil pendidikan
sangat merespon apa yang menjadi keinginan desa untuk merelokasi sekolah SD 2
Jayamukti yang sebelumnya berada dilokasi yang rawan longsor dan curam. membahayakan
siswanya” kata Edih.
Melihat kondisi sekolah yang saat ini
sudah ada lanjutnya, hal ini merupakan nilai lebih bagi kami, karena selain
posisi sekolah ditempat yang rata, juga dapat diakses oleh kendaraan karena
berada di sisi jalan desa.
”Untuk saat ini sekolah sangat
diuntungkan, karena posisinya berada tepat di pinggir jalan dan tidak rawan
longsor karena di tanah yang rata” ucap edih.
Jadi menurut kami keputusan kepala desa
jayamuki untuk memindahkan sekolah SD 2 itu suda di anggap tepat dan suatu
kewajaran beliou selaku kepala desa harus berusaha semaksimal mungkin untuk
kenyamanan warganya terutama dan anak” sekola pungkas edih.
Disaat yang sama, komite sekolah Iip dan
kepala Sekolah SD Jayamukti 2, Samsul Ridwan S.Pd menerangkan, bahwa hasil penjualan
tanah sekolah senilai Rp.80 juta telah dibelikan lagi ke daerah yang lebih
layak buat bangunan sekolah senilai Rp.167 juta.
“Bahkan sekarang sudah berdiri kokoh
bangunan sekolah dan sudah ditempati,” terangnya.
Ditegaskan Samsul, bahwa dengan adanya pemberitan
di media sosial yang dinilai menyudut kan kepala desa, itu tidak semuanya benar. (Dani K/red)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar