Jolenan Tradisi Dua Tahunan Di Desa Kaligono, Purworejo - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


RATAS Tentang Kelonggaran Angsuran Kredit

SUARA MERDU KAPOLRI

KODE ETIK WARTAWAN SUARAKPK

HUT SUARAKPK KE 9 (APRIL 2018)

07 Maret 2020

Jolenan Tradisi Dua Tahunan Di Desa Kaligono, Purworejo


PURWOREJO, suarakpk.com – Ribuan warga Desa Kaligono, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Sabtu 07/03/2020,  memenuhi jalan utama Dukuh Jeketro dalam acara sedekah desa berupa jolenan. Terlihat, warga antusias mengikuti acara tradisi turun temurun yang digelar setiap dua tahun sekali setelah musim panen.
Jolenan berasal dari akronim jawa “ojo kelalen”, yang artinya “jangan lupa kepada tuhan”. Tradisi ini digelar sebagai ungkapan rasa sukur kepada tuhan karna telah diberi hasil panen dan keselamatan.
Jolen berupa gunungan, dibuat anyaman dari daun aren atau enau, menggunakan potongan bambu sebagai rangka nya. Di sisi luar jolen dihiasi bermacam macam makanan ringan, sayur sayuran, dan buah buahan. Sedang di dalamnya terdapat nasi tumpeng, ayam panggang lengkap dengan lauk pauknya. jolen tersebut nantinya akan dibagikan dan dinikmati oleh para pengunjung.

Acara jolenan tahun ini semakin meriah, pasalnya, Jolenan juga dipentaskan berbagai macam tarian, diantaranya, tarian ndolalak Mekar Wukir Sari, yang merupakan group ndolalak dari dusun Jeketro. Selain itu, juga ditampilkan pergelaran wayang kulit semalam suntuk.
Jolenan diselenggarakan di samping pintu masuk wisata alam Curug Siklothok, yang merupakan salah satu distinasi wisata alam yang terkenal di Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, karena keeksotisan curug dan keindahan alamnya.
Nampak hadir dalam acara tersebut,  anggota DPRD Purworejo, Drs.Jaka Hartana dan Kepala Desa Kaligono, Naryo.

Dalam sambutannya, Kades Kaligono, Naryo menuturkan, dirinya sangat mengaspresiasi dan berharap kedepannya acara jolenan ini bisa terus disestarikan. Ia juga berpesan kepada masyarakat kususnya didesa Kaligono untuk lebih berhati hati dan selalu waspada terkait kondisi cuaca.
“Curah hujan di kabupaten Purworejo akhir-akhir ini, banyak menyebabkan tanah longsor di berbagai tempat, terutama daerah perbukitan, maka kita semua hendaknya lebih berhati-hati dan segera melaporkan, jika ada tanah yang berpotensi longsor atau pohon yang tumbang agar cepat terevakuasi,” pungkasnya. (Alex/red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komedi