Mengetahui Virus Corona Dan Mencegahnya Dengan Doa - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


Kawal Rp.72 Triliun Dana Desa TH.2020

KODE ETIK WARTAWAN SUARAKPK

HUT SUARAKPK KE 9 (APRIL 2018)

Hari Pers Nasional 2020

Iklan

02 Februari 2020

Mengetahui Virus Corona Dan Mencegahnya Dengan Doa


Korban meninggal virus corona terus berjatuhan di China, yang kini sudah mencapi lebih 100 orang.
Hingga saat ini, penderita virus corona meningkat, dari 2.762 orang pada hari Senin lalu meningkat menjadi 4500. "Kebanyakan dari korban meninggal berasal dari provinsi Hubei, pusat penyebaran virus Corona," sebagaimana dikutip dari South China Morning Post. Pemerintah dan otoritas setemat di negeri Tirai Bambu tersebut tengah berusaha agar wabah corona ini tidak meluas.
Dikutip dari beberapa pemberitaan, corona merupakan virus yang sangat berbahaya, virus ini bisa membuat orang yang terjangkiti menderita penyakit pneumonia yakni infeksi yang menyerang jaringan dan kantung udara di paru-paru. Pemerintah telah mengantisipasi masuknya virus corona ini dengan memperketat pengawasan di pintu-pintu masuk seperti bandara dan pelabuhan.
Virus Corona atau 2019 Novel Coronavirus adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Virus ini bisa menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, pneumonia akut, sampai kematian.
Virus 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke wilayah lain di Cina dan ke beberapa negara.
Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti pneumonia, Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).
Dan setelah organisasi kesehatan dunia WHO mengumumkan penyebaran virus Corona sebagai darurat kesehatan masyarakat internasional (PHEIC). WHO menetapkan status darurat di tengah meningkatnya jumlah korban tewas akibat virus yang kini telah menyebar ke sejumlah negara.
PHEIC didefinisikan oleh WHO sebagai peristiwa luar biasa yang "menjadi risiko kesehatan masyarakat bagi negara-negara lain melalui penyebaran penyakit secara internasional" dan membutuhkan "respons internasional yang terkoordinasi". Keputusan ini diambil dalam rapat bersama komite Darurat Medis di kantor pusat WHO di Jenewa, Swiss, Kamis (30/1/2020) waktu setempat.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan langkah ini diambil dengan mempertimbangkan situasi penyebaran virus corona yang semakin masif.
"Keputusan ini bukan soal ketidakpercayaan kepada China. Sebaliknya, WHO tetap percaya dengan kapasitas China dalam mengendalikan wabah ini, namun juga karena kejadian di negara-negara lain " tegas Dr Ghebreyesus dilansir dari situs resmi WHO, Jumat (31/1/2020)..
Dalam penjabarannya, WHO menyebut ada 3 alasan utama mengapa akhirnya status darurat global ditetapkan. Apa saja?
1. Penyebaran ke negara-negara lain
Data terbaru WHO menyebut virus corona Wuhan sudah terdeteksi sebanyak 98 kasus positif di 18 negara di luar China. Hal ini membuat WHO mengubah pandangan yang sebelumnya menyebut virus corona tidak mengancam negara lain selain China. Terlebih, ratusan penerbangan dari dan ke China terjadi setiap hari ke berbagai negara, membuat penyakit rentan menyebar secara global.
2. Risiko penularan antar manusia
Ditemukannya kasus positif virus corona Wuhan di Vietnam, dengan pasien yang tidak memiliki riwayat perjalanan ke China, memastikan adanya risiko penularan antar manusia. Hal ini meningkatkan penyebaran penyakit yang semakin meluas. Sebelumnya, virus ini diduga menyebar dari hewan seperti kelelawar dan ular.
3. Belum ditemukan obat dan vaksin
Hingga saat ini, belum ada obat yang bisa menyembuhkan virus corona Wuhan secara tepat. Sejumlah kasus pasien sembuh sudah dilaporkan, namun belum memiliki metode pengobatan pasti. Langkah yang diambil dapat berupa rekomendasi untuk melakukan screening terhadap penumpang di bandara-bandara internasional.
WHO akan merekomendasikan otoritas kesehatan nasional di seluruh dunia untuk meningkatkan pemantauan, kesiapsiagaan, dan upaya pencegahannya.
Ilmuwan dari seluruh dunia hingga saat ini masih meneliti virus untuk bisa membuat obat dan vaksinnya.
Mengapa wabah virus corona lebih sulit dihentikan daripada SARS? Kecepatan dan skala respons negara terhadap virus baru ini secara luas dianggap belum pernah terjadi sebelumnya. Perbedaanya terletak pada cara virus bekerja di dalam tubuh manusia. SARS hanya ditularkan saat pasien memiliki gejala. Hal ini membuat SARS relatif mudah untuk mengisolasi orang sakit dan mengarantina siapa pun yang telah terpapar virus. Sementara, virus corona 2019-nCoV lebih sulit dikenali. Hal ini membuatnya lebih sulit dihentikan. Dari sudut pandang virus, corona baru mempunyai strategi bertahan evolusi yang jauh lebih pintar daripada SARS. Virus dapat menyebar bahkan sebelum seseorang yang terinfeksi memunculkan gejala.
Menurut penelitian, gejala infeksi virus Corona muncul dalam 2 hari sampai 2 minggu setelah paparan virus Corona. Ada dugaan bahwa virus Corona awalnya ditularkan dari hewan ke manusia. Namun, kemudian diketahui bahwa coronavirus juga menular dari manusia ke manusia.
Seseorang dapat terinfeksi coronavirus melalui berbagai cara, yaitu: Tidak sengaja menghirup percikan ludah dari bersin atau batuk penderita virus Corona, Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu, setelah menyentuh benda yang terkena air liur penderita, Kontak jarak dekat dengan penderita, seperti bersentuhan atau berjabat tangan, penyakit ini lebih beresiko menyerang orang tua, serta orang yang sedang sakit atau memiliki kekebalan tubuh lemah.
Tapi tahukah kalian ada sebuah hadits yang sangat mansyur yang membahas kedua binatang ini seperti dikutip Sripoku.com melalui kanal YouTube Permana Cuy, Rabu (29/1/2020).
Dari 'Abdullah bin 'Amru, ia berkata, "Janganlah kalian membunuh katak, karena suaranya adalah tasbih. Jangan kalian pula membunuh kelelawar, karena ketika Baitul-Maqdis roboh ia berkata : "Wahai Rabb, berikanlah kekuasaan kepadaku atas lautan hingga aku dapat menenggelamkan mereka." (HR. AL Baihaqi dalam Al-Kubraa 9: 318 dan Ash-Shugraa 8: 293 no. 3907. dan Al-Ma;rifah hal. 456. Al Baihaqi berkata bahwa sanad hadits ini shahih). Pada kitab yang sama Aisyah Radhiallahuanhu juga menyebut peran besar kelelawar ketika kebakaran melanda Masjidil Aqsa.
Diriwayatkan dari Aisyah tentang kelelawar, dia adalah hewan yang memadamkan api dengan sayap-sayapnya pada saat Baitul Maqdis dibakar.
Allah berfirman dalam Alquran, "Maka Kami kirimkan kepada mereka topan, belalang, kutu, katak dan darah (air minum berubah menjadi darah) sebagai bukti-bukti yang jelas tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa." (QS. Al-A'raf 7:133)
Dari sini diketahui jika kedua hewan ini dilarang untuk dibunuh, tentunya apalagi jika dimakan.
Apakah virus corona itu akibat dari kelakukan manusia yang menyantap kuliner ekstrem, itu bisa saja terjadi, karena santapan berupa hewan-hewan yang tidak lazim seperti ular, biawak, dan juga termasuk seperti kelelawar dan katak dijual disana bahkan dikonsumsi setiap hari.
Logikanya hewan tersebut tidak mungkin dimakan sebelum terlebih dahulu kita membunuhnya. Jika membunuhnya saja diharamkan, tentu memakannya pun akan haram. Katak merupakan salah satu hewan yang dilarang untuk dibunuh. Tentu saja dibalik larangan itu, ada alasan dan juga hikmah bagi kita sebagai manusia yang mungkin kita belum tahu terlalu dalam akan hal tersebut. Faktanya masyarakat Tionghoa menggunakan katak sebagai makanan super pangan yang digemari, dan mereka juga meyakini bahwa katak makanan yang bergizi dan juga lezat.
Salah satunya bisa dilakukan adalah meminta perlindungan kepada Allah SWT dengan memanjatkan doa agar terhindar dari segala jenis wabah penyakit.
Doa terhindar dari wabah penyakit berbahaya tersebut dibaca Imam Syafi'i dan dituliskan dalam kitab Abwabul Faraj.
Doa Terhindar dari Wabah
Bismillahir rahmanir rahimi wa billahi wa la hawla wala quwwata illa billahil 'aliyil 'adzimi uskun ayyuhal waja'u sakkantuka bil ladzi yumsikus sama a an taqo'a 'alal ardli illa bi idznihi innallaha binnasi la roufur rohimun.
Bismillahir rahmanir rahimi wa billahi wala hawla wala quwwata illa billahil 'aliyyil 'adzimi uskun ayyuhal waja'u sakantuka billazi yumsikus samawati wal ardli an tazula innahu kana haliman ghofuran.
Artinya:
“ Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Dengan nama Allah, tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung. Meredalah, wahai rasa sakit, aku meredakanmu dengan Dia yang menggenggam langit agar tidak jatuh menimpa bumi kecuali atas izin-Nya. Sesungguhnya Allah kepada manusia Maha Lembut dan Maha Penyayang.
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Dengan nama Allah, tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung. Meredalah, wahai rasa sakit, aku meredakanmu dengan Dia yang menggenggam langit dan bumi agar keduanya tidak tergelincir. Sesungguhnya Dia Maha Penyantun dan lagi Maha Pengampun.”
Mudah-mudahan dengan mengamalkan doa tersebut, kita terhindar dari segala penyakit berbahaya. Allahu A'lam. (Sumber dari laman resmi WHO dan berbagai referensi media/red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komedi