Ini Jawaban Kapolri, Terkait Penyelidik KPK Tertahan Di PTIK - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


Kawal Rp.72 Triliun Dana Desa TH.2020

KODE ETIK WARTAWAN SUARAKPK

HUT SUARAKPK KE 9 (APRIL 2018)

Hari Pers Nasional 2020

30 Januari 2020

Ini Jawaban Kapolri, Terkait Penyelidik KPK Tertahan Di PTIK

JAKARTA, suarakpk.com - Informasi terkait penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dikabarkan sempat 'ditahan' di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK). Seperti diketahui, penahanan itu terjadi terkait operasi tangkap tangan terhadap mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan dalam kasus dugaan korupsi Penggantian Antarwaktu (PAW) anggota DPR. Kapolri Jenderal Idham Azis menjelaskan, pada saat kejadian, Wakil Presiden Ma'ruf Amin memiliki kegiatan olahraga di komplek PTIK. Ma'ruf Amin, kata Idham, memiliki kebiasaan melakukan olahraga di Markas TNI-Polri sebagai bentuk silaturahim.
"Ini sudah jadi kebiasaan bapak wapres di Mako-mako TNI-Polri dalam satu Minggu, dua kali beliau keliling, salah satu manajemen by silaturahmi yang beliau terapkan selama ini. Nah, kebetulan kami kena giliran, di PTIK," kata Idham dalam rapat kerja dengan Komisi III di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (30/1/2020).
Polri, kata dia, menggelar protap waskita sejak malam sehingga penyidik KPK yang berada di sekitar PTIK ikut dilakukan pemeriksaan. Namun, Idham mengaku, tak mengetahui bagaimana proses pemeriksaan terhadap penyidik KPK tersebut.
"Sesuai dengan protap kita sejak malam itu di-clear-kan di sana, kalau terus ketemu misalnya beberapa penyelidik KPK, itu Polri tidak tahu prosesnya (pemeriksaan) yang ada di dalam. Itu yang saya tahu," ujarnya.
Kendati demikian, Idham mengatakan, Polri sudah berkoordinasi dengan pimpinan KPK untuk ikut membantu penyelidikan kepada tersangka kasus suap PAW anggota DPR Harun Masiku.
"Pimpinan KPK telah mengirim surat kepada kami secara resmi untuk meminta bantuan dilakukan penyelidikan kepada tersangka Harun HM ini untuk meminta bantuan," pungkasnya.
Sementara, Anggota Komisi III Fraksi PAN, Sarifuddin Sudding, mempertanyakan soal keberadaan tersangka Harun Masiku di PTIK saat OTT KPK yang menjerat eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan. Sudding meminta Kapolri Jenderal Idham Azis menjelaskan informasi tersebut.
"Saya ingin konfirmasi karena ini pertanyaan publik yang sudah ramai diberitakan tentang kejadian di PTIK," kata Sarifuddin di ruang rapat Komisi III, Kompleks Parlemen, Jakarta Selatan, Kamis (30/1/2020).
Dia mengatakan informasi itu seakan-akan menyoroti institusi kepolisian menghalangi kerja KPK. Untuk itu, dia meminta Idham menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
"Jadi beberapa pemberitaan yang muncul seakan kejadian itu ada upaya ada kesan dan ini juga menyangkut masalah institusi kepolisian menghalangi proses atau langkah hukum yang dilakukan aparat penegak hukum di sana, apa yang sesungguhnya terjadi di PTIK? Sampai ada berita bahwa penyelidik KPK itu diinterogasi dan itu dilakukan pemeriksaan urine," ujarnya.
Idham menjelaskan, pihaknya tidak mengetahui pasti kejadian itu. Namun, menurut dia, saat itu di PTIK memang sedang ada proses steril karena esok harinya akan ada agenda olahraga Wapres Ma'ruf Amin.
"Begini, Pak, kejadian di PTIK ini kami waktu hari kejadian sebenarnya ada agenda Bapak Wapres paginya akan melaksanakan olahraga pagi. Ini sudah menjadi kebiasaan Bapak Wapres di Mako TNI-Polri dalam satu minggu dua kali beliau keliling salah satu manajemen silaturahmi yang dia terapkan selama ini," kata Idham.
"Kebetulan kami kena giliran di PTIK, sesuai protap kita sejak malam di-clear-kan di sana. Kalau terus ketemu, misalnya beberapa penyelidik KPK, Polri tidak tahu apa proses yang ada di dalam. Itu yang saya tahu yang dilaporkan gubernur PTIK dan Kadiv Propam tentang kasus di PTIK," lanjut Idham.
Idham mengatakan pihaknya tidak mengetahui adanya Harun Masiku di PTIK. Menurut Idham, hal itu hanya informasi yang beredar, namun dia tidak mengaku tidak mengetahuinya.
"Bukan itu yang saya tanyakan, apakah benar Harun Masiku bersama seseorang ada berlindung di PTIK," tanya Sarifuddin kembali.
"Kami nggak tahu masalah itu, mungkin informasi di luar sedang seliweran kami sendiri nggak tahu," jawab Idham.
Sebelumnya diberitakan, Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, tim KPK berada di komplek PTIK hanya untuk melaksanakan salat.
"Jadi di situ ada kesalahpahaman. Pada saat itu, petugas kami sedang ada di sana untuk melaksanakan salat," ujar Ali.
Ali menuturkan, kesalahpahaman berlanjut ketika tim KPK didatangi petugas kepolisian yang merasa curiga dengan keberadaan tim KPK padahal area tersebut tengah disterilkan. Akibat kecurigaan itu, tim KPK sempat tertahan beberapa waktu sambil menjalani sejumlah pemeriksaan termasuk pemeriksaan urin.
"Petugas sempat dicegah dan kemudian dicari identitasnya, betul sampai kemudian diproses di situ ditanya-tanya seterusnya sampai kemudian seperti yang tadi disampaikan, tes urin dan lain-lain. Seolah ada orang yang ingin berbuat (kejahatan), tentunya demi pengamanan di situ," kata Ali. (001/red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komedi