Heboh, Kemunculan Kraton Agung Sejagat Mengklaim Akan Memulihkan Kejayaan Majapahit - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


Kawal Rp.72 Triliun Dana Desa TH.2020

KODE ETIK WARTAWAN SUARAKPK

HUT SUARAKPK KE 9 (APRIL 2018)

15 Januari 2020

Heboh, Kemunculan Kraton Agung Sejagat Mengklaim Akan Memulihkan Kejayaan Majapahit



PURWOREJO, suarakpk.com - Warga Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, dihebohkan oleh kemunculan Kerajaan Agung Sejagat yang mngklaim sebagai kerjaan Majapahit Baru. Tak main-main, mereka bahkan juga mengklaim mempunyai keraton yang kekinian, walau belum selesai dibangun oleh para pekerja di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo.
Kemunculan Keraton Agung Sejagat ini mulai dikenal publik setelah mereka mengadakan acara wilujengan dan kirab budaya, yang dilaksanakan dari Jumat (10/1/2020) hingga Minggu (12/1/2020).
Adalah Totok Santosa Hadiningrat alias Sinuhun yang mengaku sebagai pemimpin Kerajaan Agung Sejagat alias KAS bersama istrinya, Dyah Gitarja alias Kanjeng Ratu yang mendaulat diri sebagai raja dan ratu KAS.
Menurut pengakuan Totok Santosa Hadiningrat alias Sinuhun, yang mengklaim diri sebagai Rangkai Mataram Agung dalam jumpa pers di ruang sidang keraton, pada Minggu 12 Januari 2020 lalu,  bahwa dirinya bersama kelompoknya muncul untuk menunaikan janji 500 tahun runtuhnya kerjaan Majapahit pada tahun 1518.
"Kami muncul menunaikan janji 500 tahun runtuhnya kerjaan Majapahit pada tahun 1518," tutur Totok yang mengklaim diri sebagai Rangkai Mataram Agung dalam jumpa pers di ruang sidang "keraton", Minggu (12/1/2020).
Ia menuturkan, kekuasaan kerajaannya mencakup seluruh dunia, sehingga ia berhak mengubah sistem politik global.
Totok mengungkapkan jika Ia bersama pengikutnya ada untuk mempersiapkan kedatangan Sri Maharatu Jawa kembali ke tanah Jawa.
"Kami ada untuk mempersiapkan kedatangan Sri Maharatu Jawa kembali ke tanah Jawa," tegasnya.

Tonton Videonya :



Sementara, Penasihat Keraton Agung Sejagat, Resi Joyodiningrat, menegaskan, Keraton Agung Sejagat bukan aliran sesat seperti yang dikhawatirkan masyarakat. Dia mengatakan, Keraton Agung Sejagat merupakan kerajaan atau kekaisaran dunia yang muncul karena telah berakhir perjanjian 500 tahun yang lalu, terhitung sejak hilangnya Kemaharajaan Nusantara, yaitu imperium Majapahit pada 1518 sampai dengan 2018. Perjanjian 500 tahun tersebut dilakukan oleh Dyah Ranawijaya sebagai penguasa imperium Majapahit dengan Portugis sebagai wakil orang Barat atau bekas koloni Kekaisaran Romawi di Malaka pada 1518.
Jodiningrat menyampaikan, dengan berakhirnya perjanjian tersebut, maka berakhir pula dominasi kekuasaan Barat mengontrol dunia yang didominasi Amerika Serikat setelah Perang Dunia II. Menurut dia, kekuasaan tertinggi harus dikembalikan ke pemiliknya, yaitu Keraton Agung Sejagat sebagai penerus Medang Majapahit yang merupakan Dinasti Sanjaya dan Syailendra.
Di sisi lain, pantauan suarakpk.com bersama Anggota DPRD Kab.Purworejo, Hendrik, pada kemarin Selasa (14/1) Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, terlihat kraton agung sejagad masih dalam proses pembangunan. Diperoleh informasi dari penjaga Kraton Puji Widodo yang juga mengaku kerabat Sinuhun Prabu dan Ratu Agung Sejagad, dirinya mengungkapkan bahwa kraton itu akan di besarkan sesuai pleaning yang sudah disidangkan.
“Sinuhun Raja Agung Sejagad, merupakan trah dari kraton ngayogyokarto dan trah dari eyang ratu bagelen,” ucapnya.
Sebagaimana diketahui, kelompok ini memprcayai adanya batu besar yang di boyong dari desa bruno, mereka meyakini bahwa batu itu mempunyai 4 unsur kekuatan, dan batu itu dinamakan batu prasasti, menurut meraka, batu itulah yang akan menjaga kraton agung sejagat.
Diceritakan Puji bahwa dirinya percaya munculnya ratu adil merupakan wisik dari orang yang mengaku sebagai Raja Agung Sejagad. Dirinya menjelaskan bahwa dalam misi Raja Agung Sejagat mempunyai keyakinan bahwa ratu adil sudah muncul dengn tahun yang sudah diyakini 500 tahun.
“Dan sekaranglah tahun kolobendu ataupn kolosubo, waktu wong jowo podo tangi ataupun bngkit dan menjadi pemimpin, beliau juga akan mensejahterakan masyarakat yang tertindas mlarat tidak mendapatkan pendidikn ilmu, disitulah kraton agung sejagad akan mmberi kelayakan pada masyarakat sejagat,” jelasnya.
Adanya NKRI, lanjut Puji, di sini tanah jawa yang tidak akan bekerja sama dengan Negara-negara asing (luar negri).
“Kanjeng sinuhun akan mengembalikan hak-hak orang jawa yang slma ini terampas dan akan mengijinkn siapapun yang mau jadi punggowo ataupun abdi dalem,” ungkapnya.
Namun ketika ditanya, apakah kraton ini di bawah kepemerintahan setempat dan di bawah naungan atau peraturan Indonesia? Puji enggan menjawab dan menyerahkan jawabannya kepada Sinuwun.
“Kalau itu saya tidak berani menjawab, nanti kanjeng sinuhun yang akan menjelaskn lebih dalam lagi,” pungkasnya.  
Sementara warga setempat mengaku, bahwa warga merasa terganggu oleh kemunculkan Totok, istri dan para pengikutnya tersebut.  (Suci/red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komedi