Atasi Kekeringan BPBD Sumenep Limpahkan Penanganannya Ke Desa - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


Kawal Rp.72 Triliun Dana Desa TH.2020

KODE ETIK WARTAWAN SUARAKPK

HUT SUARAKPK KE 9 (APRIL 2018)

30 Oktober 2019

Atasi Kekeringan BPBD Sumenep Limpahkan Penanganannya Ke Desa


SUMENEP, suarakpk.com - Musim kemarau yang berkepanjangan , BPBD sumenep kewalahan atasi kekeringan yang menimpa di beberapa daerah di kabupaten sumenep, terutama di kepulauan.(30/10/2019)

Masyarakat terdampak yang mengalami kekeringan harus berjuang mengambil air ke desa tatangga yang jaraknya puluhan kilo meter untuk mendapatkan air minum, mandi, menanak dan kebutuhan untuk mencuci.

Dasa terdampak yang merasakan kekeringan tersebut terjadi di pulau kangean Desa Buddih kecamatan kangayan dan desa batuputih kecamatan Arjasa sudah beberapa minggu terakhir bahkan bisa dibilang sepanjang tahun baik musim penghujan lebih - lebih musim kemarau sangatlah diraskan akan kekurangan air. Sehingga masyarakat tersebut berjuang mati- matian untuk mendapatkannya.

Kepala BPBD ( Badan Penanggulangan Bencana Daerah ) kabupaten sumenep DR. R. Abd. Rahman Riadi, SE.MM ketika dikonfirmasi awak media dikantornya memberikan penjelasan " Masalah kekeringan yang dialami oleh masyarakat kepulauan tidak harus semuanya dilimpahkan terhadap Daerah Pemkab sumenep, akan tetapi desa utamanya kepala desa harus meng anggarkan untuk mengatasi kekeringan dengan cara mengambil Dana Cadangan. Dari DD ( Dana Desa ) "  terangnya.

Rahman menegaskan " Di instansi kami sangat minim anggaran, maka kami upayakan kerjasama dengan PDAM agar nantinya membantu mendistribusikan air untuk kebutuhan masyarakat yang ada di kepulauan.." Lanjutnya.30/10/2019.

Mantan sekretaris Bappeda ini mengunggkapkan " saya sudah sampaikan ke bapak bupati dalam permohonan kami agar dapatnya memberikan bantuan armada mobil tangki khusus air minum agar permasalahan tersebut bisa teratasi, tapi sampai saat ini permohonan dan keluhan kami belum terwujud ." terangnya.

" Karena minimnya anggaran yang di terima oleh BPBD dari Pmerintah Daerah , kami tak berdaya harus mengambil dari mana , sementara transportasi yang dibutuhkan untuk hal tersebut sangat besar, mengingat jarak tempuh yang harus dilalui sangat jauh apalagi untuk kepulauan..

Sementara itu keluhan demi keluhan terus berdatangan ke BPBD namun apa daya mereka hanya tinggal mengadu namun realisasinya nihil. karena untuk merealisasikan hal tersebut harus melalui mekanisme yang ada , mulai dari permohonan sampai ada persetujuan bapak Bupati, baru permintaan tersebut direalisasikan. " terangnya.

Pihaknya berharap agar apa yang menjadi permohonan kami agar dapatnya diperhatikan ," harapnya.

Menurut penuturan warga terdampak  Maslawi  mengungkapkan " kekeringan yang dirasakan oleh masyarakat memang sangat memprihatinkan , saya bingung harus kemana lagi harus menyampaikan keinginan warga, sementara semua warga disini sangat membutuhkan air.

Maslawi berharap pemerintah kabupaten sumenep mendengar penderitaan masyarakat terdampak kekeringan ini.

Sementara itu Ruslan yang merupakan warga Desa Batu putih Dusun Pabittah kecamatan kangayan saat dikonfirmasi menuturkan " untuk mendapatkan air minum saya dan warga  harus menggunakan perahu ke pulau saobi dengan jarak tempuh sekitar satu jam perjalan melau jalur laut hanya untuk mengambil air demi kebutuhan minum." keluhnya. (AJ/red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komedi