Diduga Karena Stroke, Seorang Pria di Muna Ditemukan Tewas Di Semak-Semak - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


10 April 2019

Diduga Karena Stroke, Seorang Pria di Muna Ditemukan Tewas Di Semak-Semak



MUNA, suarakpk.com- Warga Desa Oempu, Kecamatan Tongkuno, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) digegerkan dengan penemuan mayat seorang laki-laki di semak-semak dekat jalan raya, Selasa (7/04), sekira pukul 17.00 Wita.

Identitas korban diketahui bernama La Haludi (48) yang juga merupakan warga Desa Oempu. Korban pertama kali ditemukan oleh Yani (sepupu korban) dan Wa Suha (ipar korban). Saat ditemukan, korban dalam keadaan tertelungkup miring kanan miring kanan pada batu tajam di sela-sela semak-semak.

Kapolres Muna, AKBP Agung Ramos Paretongan. S melalui Kapolsek Tongkuno, Ipda Darul Aqsa mengatakan korban terakhir kali terlihat pada hari Minggu (07/04) oleh saksi yang bernama La Hanisa yang saat berpapasan dengan korban di jalan.

"La Hanisa berpapasan dengan La Hanudi yang saat itu berjalan menuju kearah desa Tanjung tapi tidak ada komunikasi sebab La Hanudi sudah tidak bisa lagi bicara akibat penyakit strok", ujarnya.

Selanjutnya tidak ada lagi keluarga / warga lainnya yang brtemu dengan La Hanudi hingga akhirnya, pada hari selasa (9/04) sekitar jam 15.50 wita pihak keluarga menelpon kepala desa Oempu ( Safar ) melaporkan bahwa mereka sementara melakukan pencarian terhadap La Hanudi yang menghilang dari kampung sejak hari minggu sore.

"Sekitar jam 17.40 wita pihak keluarga bersama warga lainnya menemukan jenazah La Hanudi dalam kondisi yang sudah rusak bertempat di sema-semak sekitar 10 meter dari jalan poros walengkabola-tanjung", ungkapnya.

Saat ditemukan, kondisi jenazah sudah rusak dan berulat, maka pihak keluarga mengangkat jenazah Almarhum La Hanudi ke rumah saudaranya ( La Nsidaha ) di walengkabola. Selanjutnya kepala Desa Oempu melaporkan kejadian tersebut kepada Kapolsek Tongkuno Ipda Darul Aqsa SH.

Kapolsek Tongkuno bersama kanit reskrim dan personil lainnya mendatangi tkp serta kordinasi dengan dokter puskesmas tongkuno ( dr. Riskawati ) untuk dilakukan pemeriksaan jenazah.

Dari hasil pemeriksaan luar,  disimpulkan bahwa kemungkinan almarhum meninggal karena jatuh akibat penyakit stroke dan hipertensi yang dideritanya. Dan diperkirakan almarhum sudah meninggal lebih dari 24 jam.

"Pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi terhadap almarhum dan akan menguburkan sendiri jenazah almarhum", tutupnya.

Untuk diketahui, Almarhum pulang merantau dari Malaysia  tahun 2016 akibat menderita penyakit strok. Berhubung  karena istri dan 2 orang anak Almarhum masih merantau di Malaysia serta 2 orang anaknya tinggal di Kendari sehingga Almarhum hanya tinggal seorang diri dirumahnya. (Randy Yaddi).

No comments:

Post a Comment