SEMARANG, SUARAKPK.COM — Gelaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang ternyata bukan hanya menjadi ajang syiar dan kompetisi Al-Qur'an. Keramaian perhelatan nasional tersebut ikut dimanfaatkan pelaku UMKM dari berbagai daerah untuk mempromosikan produk sekaligus membidik pasar baru.
Sedikitnya 150 gerai UMKM hadir di kawasan Plaza Simpang Lima, Semarang. Mereka membawa beragam produk khas daerah masing-masing dan berusaha menjadikan momentum bertemunya masyarakat dari berbagai provinsi sebagai peluang memperluas jaringan pemasaran.
Salah satu peserta, Firdaus, pelaku UMKM asal Padang, Sumatera Barat, membawa produk berupa kaos dalam pameran tersebut.
Menurutnya, kehadiran UMKM dalam MTQ Nasional memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produknya kepada pengunjung yang datang dari berbagai daerah.
Firdaus juga melihat MTQ Nasional memiliki makna lebih luas karena dapat menjadi momentum memperkuat semangat lahirnya generasi Qurani.
“Adanya MTQ Nasional ini meningkatkan generasi Qurani, termasuk di sekolah-sekolah,” ujar Firdaus.
Sementara itu, Irvan, pelaku UMKM dari Sumatera Utara, memilih menampilkan produk kerajinan berupa bros, pin, dan gantungan kunci.
Ia menilai pameran di tengah perhelatan nasional menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan produk UMKM Sumatera Utara kepada calon konsumen dari luar daerah.
“Tujuannya memperkenalkan produksi UMKM,” kata Irvan.
Produk-produk tersebut selama ini juga dipasarkan melalui toko miliknya di Sumatera Utara. Menurut Irvan, pameran bukan hanya soal transaksi langsung, tetapi juga bagian dari strategi memperluas jangkauan pemasaran dan mendapatkan konsumen baru.
Harapan serupa muncul dari pelaku UMKM lainnya. Pertemuan dengan masyarakat dari berbagai daerah dinilai dapat membuka peluang kerja sama dan pemasaran antardaerah.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen sebelumnya mengatakan momentum berkumpulnya masyarakat dari seluruh Indonesia di Jawa Tengah harus dimanfaatkan untuk membangun jejaring ekonomi.
Produk unggulan Jawa Tengah, menurutnya, tidak semestinya hanya berputar di pasar lokal. Produk tersebut dapat dipasarkan ke provinsi lain, begitu pula produk daerah lain berpeluang masuk ke pasar Jawa Tengah.
Dampak ekonomi MTQ Nasional juga diperkirakan cukup besar. Ribuan masyarakat dari berbagai daerah hadir di Jawa Tengah selama rangkaian kegiatan yang berlangsung 11–20 September 2026.
Berdasarkan informasi Badan Pusat Statistik (BPS), potensi perputaran uang selama rangkaian MTQ Nasional diperkirakan mencapai Rp500 miliar hingga Rp1,2 triliun.
Angka tersebut menjadi peluang bagi sektor UMKM, kuliner, perdagangan, jasa, transportasi dan sektor ekonomi lainnya untuk ikut merasakan dampak perhelatan nasional.
Selain stan UMKM, sejumlah lembaga juga turut membuka layanan untuk masyarakat. Salah satunya Baznas yang menghadirkan layanan cukur rambut gratis.
Dengan demikian, MTQ Nasional XXXI di Semarang tak hanya mempertemukan peserta dalam kompetisi Al-Qur'an. Di balik panggung MTQ, ratusan pelaku UMKM juga sedang bertarung memperkenalkan produk, mencari konsumen dan membuka jalan menuju pasar yang lebih luas.
( Redaksi: Endar W)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar