Galian Tanah di Dusun Antara Berlanjut, Warga Keluhkan Kerusakan Jalan - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


Penghargaan dari Kedubes Maroko


 

12 September 2026

Galian Tanah di Dusun Antara Berlanjut, Warga Keluhkan Kerusakan Jalan


BATU BARA — Aktivitas galian tanah di Dusun Antara, Desa Pematang Cengkering, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, masih berlangsung. Aktivitas tersebut dikeluhkan warga karena lalu lintas truk pengangkut tanah dinilai menyebabkan kerusakan pada jalan yang digunakan masyarakat.


Pantauan di lokasi, Sabtu (12/9/2026), sejumlah truk pengangkut tanah terlihat silih berganti keluar-masuk lokasi galian. Tanah yang dikeruk menggunakan alat berat kemudian dimuat ke dalam truk untuk diangkut ke lokasi lain.


Informasi yang diperoleh di lapangan menyebutkan, aktivitas tersebut berkaitan dengan alih fungsi lahan perkebunan kelapa sawit menjadi lahan persawahan. Tanah hasil galian disebut diperjualbelikan berdasarkan jarak pengiriman.


Salah seorang yang mengaku bernama Iwan mengatakan, dalam sepekan terakhir pihaknya telah menjual tanah hasil galian sekitar 57 truk.

"Kalau dalam minggu ini paling ada 57 truk," katanya.


Menurut Iwan, harga tanah disesuaikan dengan jarak tempuh pengangkutan. Untuk wilayah Pagurawan, harga disebut mencapai Rp300 ribu per truk.


"Untuk wilayah Pagurawan Rp300.000, Bang, karena jarak tempuh jauh," ujarnya.


Sementara itu, Kepala Dusun Antara, Syahnan, mengaku tidak pernah menerima pemberitahuan dari pihak pengelola terkait aktivitas galian tersebut.


"Gak ada pemberitahuan bang. Kami mau sewa beko saja dimintanya mahal, padahal untuk kepentingan masyarakat bergotong royong membersihkan saluran pembuangan," ungkapnya.


Syahnan menyebutkan, lahan yang dialihfungsikan tersebut sekitar 22 rante. Menurutnya, aktivitas galian telah berlangsung sekitar 10 hari.


Kepala Desa Pematang Cengkering, H. Ramli, juga membenarkan bahwa pihaknya tidak mendapat pemberitahuan terkait aktivitas tersebut.


"Tak ada pemberitahuan, jalan aja yang rusak," katanya.


Kerusakan jalan tersebut menjadi salah satu keluhan warga karena kendaraan pengangkut tanah melintas secara berulang dalam jumlah cukup banyak.


Dari pihak kepolisian, Kanit Tipidter Polres Batu Bara Ipda Muhammad Rizal HS, S.Tr.I.K., CPHR, belum memberikan tanggapan ketika dihubungi melalui WhatsApp. Panggilan tidak terjawab, sementara pesan WhatsApp yang dikirim belum menunjukkan tanda telah dibaca.


Kasat Reskrim Polres Batu Bara AKP Binrod Situngkir, S.H., M.H., saat dikonfirmasi melalui WhatsApp mengatakan belum memonitor aktivitas tersebut.

"Belum monitor bang," tulisnya.


Ketika ditanyakan mengenai langkah kepolisian setelah mendapat informasi tersebut, belum ada jawaban lebih lanjut hingga berita ini diterbitkan.


Sebelumnya, dalam pemberitaan pada Jumat (11/9/2026), lokasi aktivitas galian disebut berada di Dusun Pandau Palas, Desa Durian, Kecamatan Medang Deras. Setelah dilakukan koreksi berdasarkan informasi dan pengecekan kembali, lokasi yang benar adalah Dusun Antara, Desa Pematang Cengkering, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara.


Adapun terkait dugaan adanya pembiaran atau keterlibatan aparat penegak hukum, hal tersebut masih sebatas dugaan warga dan belum dapat dipastikan kebenarannya. Karena itu, diperlukan klarifikasi dari pihak terkait untuk memastikan legalitas aktivitas galian maupun pengawasan terhadap kegiatan tersebut.


Reporter: AMY

Teks foto: Aktivitas alat berat mengeruk tanah yang dimuat ke dalam truk di lokasi galian Dusun Antara, Desa Pematang Cengkering, Kecamatan Medang Deras, Batu Bara, Sabtu (12/9/2026).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HUT SUARAKPK Ke 9 (2018)