PURWOREJO,suarakpk.com – Perguruan Seni Beladiri Pencak Silat Tri Susila Indonesia memperingati hari lahir (Harlah) ke-67 dengan menggelar rangkaian kegiatan sederhana namun penuh makna di sekretariat Tri Susila, RT 02/RW 04, Dukuh Joho, Kelurahan Cangkrep Kidul, Kecamatan/Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Sabtu malam (8/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh keluarga besar Tri Susila Indonesia serta para sesepuh dan anggota perguruan. Suasana berlangsung khidmat sejak awal hingga berakhirnya acara.
Rangkaian peringatan Harlah ke-67 diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjudkan pembacaan tahlil dan doa bersama. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi keluarga besar Tri Susila untuk memanjatkan doa serta ungkapan syukur atas perjalanan perguruan yang telah memasuki usia ke-67 tahun.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua Perguruan Pencak Silat Tri Susila Indonesia, Eko Satyawan. Potongan tumpeng tersebut kemudian diserahkan kepada salah satu sesepuh Tri Susila, Lasiman, sebagai simbol penghormatan kepada para sesepuh sekaligus bentuk penghargaan terhadap perjalanan dan perjuangan perguruan dari generasi ke generasi.
Ketua perguruan seni bela diri pencak silat Tri Susila Indonesia, Eko Satyawan, dalam sambutanya mengatakan, di Harlah ke 67 sebagai momentum untuk memperkuat komitmen seluruh keluarga besar perguruan.
Ia menegaskan, menjaga dan meneruskan cita-cita para pendiri bukan sekedar pilihan, melainkan kewajiban seluruh murid Tri Susila.
" Kami ingin murid - murid Tri Susila menjadi para pendekar yang beradab,alim, berprestasi dan bermanfaat untuk Masyarakat. Jadi bukan hanya kuat dalam bela diri, tetapi juga memiliki adab,ilmu, presentasi dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan," ujarnya.
Sementara itu, sesepuh Tri Susila, Lasiman, mengingatkan seluruh murid agar tidak melupakan amanah yang telah di wariskan para pendahulu.
Menurutnya, keberadaan Tri Susila hingga memasuki usia 67 tahun merupakan hasil perjuangan panjang yang harus dijaga bersama.
" Kita semua memikul amanah untuk menjaga apa yang telah diwariskan oleh leluhur padepokan. Jangan sampai perjuangan para pendahulu berhenti hanya karena kita tidak mampu menjaga dan meneruskannya," ujar Lasiman.
Lebih lanjut, ia menegaskan. Peringatan Harlah ke-67 ini tidak hanya menjadi ajang untuk mengenang perjalanan panjang Tri Susila Indonesia, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi serta menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, persaudaraan dan pelestarian seni bela diri pencak silat kepada generasi muda.
" Dengan bertambahnya usia, keluarga besar Perguruan Seni Beladiri Pencak Silat Tri Susila Indonesia diharapkan semakin solid dalam menjaga eksistensi perguruan serta terus melestarikan seni dan budaya pencak silat sebagai bagian dari warisan budaya bangsa," harapnya .(Alex/Red)-



Tidak ada komentar:
Posting Komentar