SEMARANG,SUARAKPK.COM — Keikutsertaan Kabupaten Semarang dalam pameran Kriya Jawa Tengah Expo 2026 tidak sekadar menjadi ajang memperkenalkan produk unggulan daerah. Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk membuka jejaring pasar, mempertemukan pelaku UMKM dengan mitra baru, hingga mendorong produk kerajinan lokal menembus pasar ekspor.
Hal itu disampaikan Asisten II Bupati Semarang Bidang Ekonomi, Budi Rahardjo, saat ditemui dalam kegiatan pameran yang berlangsung dihalaman Pemrov Jatwa Tengah pada hari Jum'at ( 21/8/2026). Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Semarang sengaja membawa sejumlah produk unggulan daerah untuk diperkenalkan kepada masyarakat dan calon mitra usaha.
"Tujuan kita ikut pameran ini untuk mengeluarkan produk-produk unggulan Kabupaten Semarang. Beberapa produk bahkan sudah ekspor," ujar Budi.
Ia menyebut, salah satu produk yang telah mendapat pasar luar negeri adalah sandal hasil produksi pelaku UMKM Kabupaten Semarang. Dalam kurun sekitar tiga bulan, tercatat sekitar 200 pasang sandal telah dikirim untuk memenuhi permintaan pasar di Turki.
Menariknya, peluang pasar juga tidak hanya datang dari luar negeri. Pameran menjadi ruang bertemunya pelaku usaha dengan konsumen secara langsung sehingga transaksi dan pesanan dapat terjadi di lokasi kegiatan.
Budi mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari pelaku UMKM, penjualan dan pesanan produk Kabupaten Semarang dalam pameran tersebut telah mencapai sekitar Rp3 juta hanya dalam waktu setengah hari.
"Alhamdulillah, produk yang kita bawa ke sini ternyata disukai masyarakat dan akhirnya dibeli. Ini menunjukkan bahwa produk UMKM kita memiliki potensi pasar yang cukup baik," katanya.
Menurut Budi, capaian tersebut menjadi dorongan bagi pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas jaringan pemasaran. Pameran tidak hanya berorientasi pada penjualan langsung, tetapi juga membuka peluang kerja sama jangka panjang.
Bangun Jejaring dan Regenerasi Perajin
Lebih jauh, Budi berharap pameran seperti Kriya Jawa Tengah Expo 2026 dapat menjadi ruang untuk menggali potensi baru dari para pelaku usaha dan perajin di Kabupaten Semarang.
Ia menilai masih banyak pelaku UMKM dan pengrajin yang memiliki kemampuan serta produk potensial, namun belum memiliki akses jaringan yang luas.
"Harapan kami dengan adanya pameran ini juga bisa menggali teman-teman yang bergerak di bidang kerajinan. Mudah-mudahan produksi-produksi yang ada di Kabupaten Semarang bisa tumbuh semakin banyak," jelasnya.
Menurutnya, pertemuan antarpelaku usaha dalam sebuah pameran sering kali melahirkan peluang yang sebelumnya tidak terpikirkan. Bahkan, dalam kegiatan tersebut dirinya menemukan pihak-pihak yang memiliki pengetahuan dan pengalaman yang dapat dikembangkan bersama.
"Kadang kita di sini justru bertemu dengan orang yang sebelumnya belum kita kenal. Dari pertemuan ini akhirnya bisa kita kembangkan dan bina bersama," ungkapnya.
Salah satu potensi yang menarik perhatian adalah pengembangan kerajinan berbasis bahan daur ulang. Berbagai material seperti kayu, limbah maupun bahan alam lainnya dinilai masih dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi.
Budi berharap pengetahuan dan pengalaman para pelaku kerajinan dapat saling ditularkan sehingga semakin banyak masyarakat yang mampu menghasilkan produk kreatif dengan nilai jual tinggi.
"Kalau ada teman-teman yang memiliki ilmu tentang daur ulang, tentu bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan produk-produk yang ada di Kabupaten Semarang. Bisa dari kayu, kelapa, maupun bahan lainnya," tuturnya.
Dengan demikian, keikutsertaan Kabupaten Semarang dalam Kriya Jawa Tengah Expo 2026 diharapkan bukan hanya menghasilkan transaksi sesaat. Lebih dari itu, pameran menjadi pintu untuk memperluas pasar, memperkuat kolaborasi dan melahirkan inovasi baru agar produk UMKM Kabupaten Semarang semakin dikenal, baik di pasar nasional maupun internasional.
Dari pameran, bertemu pasar. Dari pertemuan, lahir kolaborasi. Dan dari kolaborasi, produk lokal Kabupaten Semarang diharapkan semakin siap naik kelas.
( Redaksi: Endar W)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar