Desa Ngasinan Gelar Sedekah Bumi. Dan Pringati HUT RI ke - 81 - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


Penghargaan dari Kedubes Maroko


 

31 Agustus 2026

Desa Ngasinan Gelar Sedekah Bumi. Dan Pringati HUT RI ke - 81


 


KAB.SEMARANG,suarakpk.com -- Pemerintah Desa Ngasinan Kecamatan Susukan, bersama masyarakat menggelar tradisi leluhur Sedekah Bumi dan memeriahkan HUT RI ke - 81 di lapangan Desa Ngasinaan Selasa, (25/8).


Sedekah Bumi merupakan tradisi warisan leluhur masyarakat jawa dan nusantara, Sedekah bumi salah satu kearifan lokal yang ada di desa Ngasinan, ujar Kepala Desa Ngasinan Habib Sudarmono, melalui Sekdes Nur Dawam didampingi Ketua Panitia Japarin.


Nur Dawam menyampaikan, Upacara ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Tuhan sekaligus memohon keselamatan dan keberkahan, kegiatan ini menggambarkan keterkaitan antara pelestarian tradisi, keberlangsungan budaya, dan kesejahteraan masyarakat sebagai satu kesatuan yang saling menguatkan dengan balutan tema Harmoni Tradisi, Budaya Lestari, Masyarakat Mukti.


Harmoni Tradisi berarti kehidupan masyarakat rukun dengan tetap menjaga, menghormati, dan melaksanakan tradisi warisan leluhur secara selaras dengan nilai-nilai kehidupan masa kini, tutur Dawam.


Lanjut dikatakan Sekdes murah senyuman ini, bahwa Tradisi Sedekah Bumi di Desa Ngasinan adalah menjadi sarana mempererat persaudaraan, gotong royong, dan kebersamaan.


Budaya Lestari yang mengandung makna bahwa adat istiadat, seni, kearifan lokal, serta nilai-nilai budaya harus terus dipertahankan, diwariskan kepada generasi muda, dan dikembangkan agar tetap hidup serta menjadi identitas masyarakat.


Sedekah Bumi di Desa Ngasinan yang diikuti oleh seluruh Masyarakat 6 dusun (Banjaran, Malangan, Gumul, Ngasinan, Kemasan, dan Karang Anyar) ini, menunjukkan harapan agar melalui persatuan, pelestarian budaya, dan semangat kebersamaan, masyarakat memperoleh kehidupan yang aman, tenteram, makmur, serta berkelanjutan, baik dalam aspek sosial, ekonomi, maupun spiritual.


Sebelum memasuki acara seremonial rangkaian kegiatan Sedekah Bumi akan diawali dengan pentas seni dari masing- masing masyarakat dusun, berbagai penampilan seni diharapkan dapat memberikan hiburan kepada masyarakat sekaligus menjadi ruang bagi para pelaku seni dan generasi muda untuk menunjukkan kreativitas serta menjaga keberlangsungan kesenian tradisional di desa, jelasnya.


Setelah pentas seni, kegiatan dilanjutkan dengan acara inti berupa serah terima "Tirto Wening" dari perwakilan masyarakat kepada Pemerintah Desa Ngasinan.


Prosesi tersebut kemudian dilanjutkan dengan penyatuan Tirto Wening, yang menjadi simbol menyatunya doa, harapan, dan semangat seluruh masyarakat dalam kehidupan membangun desa yang aman, tenteram, guyub, dan sejahtera, Prosesi penyatuan Tirto Wening menjadi salah satu bagian penting rangkaian dalam Sedekah Bumi.


Tirto Wening dimaknai sebagai simbol kejernihan hati, kesucian niat, serta harapan agar kehidupan masyarakat senantiasa mendapatkan keberkahan dan kemudahan dalam menjalani kehidupan,

setelah prosesi serah terima dan penyatuan tirto wening dilanjutkan dengan mengarak tumpeng raksasa berisi hasil bumi (sayur, buah, padi, dan jajanan pasar), setelah didoakan oleh sesepuh desa, gunungan ini biasanya akan diperebutkan oleh warga sebagai simbol berkah. 


Dalam budaya Jawa, Gunungan disebut juga Jolen, adalah filosofi simbol kehidupan semesta, Bentuknya yang kerucut atau segitiga melambangkan perjalanan hidup dan hubungan antara manusia, alam, serta Sang Pencipta/Tuhan YME.


Tumpeng dimaknai sebagai "Tumapaking Penguripan" mengandung filosofi tumindak lempeng tumuju Pangeran, yang berarti manusia harus menjalani kehidupan dengan jalan lurus menuju Tuhannya.


Buah-buahan sayur-sayuran dan hasil bumi serta lauk pauk (ikan, dan daging ayam) melambangkan atau merupakan simbol kesuburan, menceritakan rizki, dan keharmonisan alam, tandas Dawam.


Untuk menambah kemeriahan, usai rangkaian prosesi tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian doorprize kepada masyarakat yang diselingi dengan pentas seni dan hiburan masyarakat.


Dengan demikian, suasana kegiatan tidak hanya menjadi ajang berkumpul dan bersilaturahmi, tetapi juga menjadi ruang hiburan serta apresiasi terhadap potensi seni dan kreativitas masyarakat Desa Ngasinan.


Pentas seni yang digelar sebelum acara seremonial maupun di sela-sela Pembagian doorprize diharapkan mampu memberikan suasana yang lebih meriah dan menghibur seluruh masyarakat yang hadir. 


tu, keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam penampilan seni menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga dan mengembangkan budaya lokal.


Sedekah Bumi Desa Ngasinan bukan sekedar kegiatan seremonial, namun memiliki makna yang lebih luas sebagai ungkapan rasa syukur, pelestarian budaya, penguatan silaturahmi, serta sarana mempererat persatuan dan gotong royong masyarakat.


Dengan mengusung semangat “Harmoni Tradisi, Budaya Lestari, Masyarakat Mukti”, kegiatan Sedekah Bumi Desa Ngasinan diharapkan dapat menjadi momentum untuk terus merawat tradisi dan kearifan lokal sekaligus memperkuat kebersamaan seluruh masyarakat.


Melalui kegiatan ini, Pemerintah Desa Ngasinan berharap masyarakat dapat bersama-sama menjaga warisan budaya para leluhur, memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkarya, serta menjadikan tradisi sebagai kekuatan dalam membangun desa yang semakin guyub, rukun, maju, dan sejahtera, sehingga menghasilkan.

(Mujib/Dawam/red).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HUT SUARAKPK Ke 9 (2018)