Batu Bara – Operasi SAR gabungan hari kelima terhadap seorang anak buah kapal (ABK) nelayan yang dilaporkan jatuh ke laut di perairan Selat Malaka, sekitar Pulau Berhala, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, resmi dihentikan pada Senin (27/07/2026) setelah korban belum berhasil ditemukan.
Penghentian operasi dilakukan berdasarkan hasil evaluasi bersama yang melibatkan keluarga korban, pemilik kapal, serta seluruh unsur SAR yang terlibat dalam pencarian.
Operasi pencarian dimulai sekitar pukul 07.30 WIB dengan diawali apel dan pembagian tugas sesuai rencana operasi SAR hari kelima. Tim SAR gabungan membagi pencarian ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU).
SRU 1 melakukan penyisiran menggunakan perahu nelayan dengan metode Expanding Square Search pada area pencarian sekitar 108 mil laut persegi. SRU 2 menggunakan Kapal KP II 2025 milik Polairud Pos Pagurawan dengan metode serupa di area yang sama. Sementara SRU 3 melakukan penyebaran informasi kepada Vessel Traffic Service (VTS) SROP Tanjung Balai Asahan serta instansi terkait guna menginformasikan kapal-kapal yang melintas agar turut memperhatikan keberadaan korban.
Hingga pukul 17.20 WIB, korban belum ditemukan. Berdasarkan hasil evaluasi, operasi SAR disepakati untuk dihentikan dan ditutup, sementara pemantauan tetap akan dilanjutkan apabila terdapat informasi baru mengenai keberadaan korban. Seluruh personel yang terlibat kemudian dikembalikan ke satuan masing-masing.
Korban yang masih dalam pencarian diketahui bernama Wanda (30), seorang laki-laki yang merupakan ABK kapal nelayan jaring pari. Tidak terdapat korban selamat maupun korban meninggal dunia yang berhasil dievakuasi selama operasi berlangsung.
Operasi SAR melibatkan personel dari Pos SAR Tanjung Balai Asahan, Polairud Markas Unit Batu Bara Pos Pagurawan, Pos TNI AL Pagurawan, serta pemerintah setempat dan keluarga korban, dengan total sekitar 32 personel. Sarana yang digunakan meliputi satu unit Kapal KP II 2025 milik Polairud Pagurawan dan satu unit kapal nelayan.
Selama proses pencarian, tim menghadapi kendala berupa arus laut yang cukup kuat dan berubah-ubah sehingga memengaruhi pergerakan korban dan memperluas area pencarian. Berdasarkan data BMKG, kondisi cuaca di lokasi saat operasi berlangsung terpantau cerah berawan dengan tinggi gelombang sekitar 0,6 meter.
Reporter AMY
Teks foto: Tim SAR gabungan dengan orang tua korban Atan Gege sepakat menghentikan pencarian ABG pukat jaring pari yang hilang di selat Malaka. (Istimewa).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar