KAB. SEMARANG ,SUARAKPK.COM– Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan (Dispertanikap) meningkatkan kewaspadaan menghadapi puncak musim kemarau 2026. Berbagai langkah mitigasi disiapkan untuk menjaga produktivitas pertanian, mulai dari penanganan kekeringan lahan hingga pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi berkurangnya ketersediaan air yang dapat berdampak pada hasil produksi pertanian di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang.
Kepala Dispertanikap Kabupaten Semarang, Moh. Edy Sukarno, mengatakan pihaknya telah mengoptimalkan distribusi pompa air serta mengerahkan Brigade Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) guna membantu pengairan lahan yang berpotensi terdampak kekeringan.
"Kami terus memaksimalkan distribusi pompa air dan mengerahkan Brigade Alsintan agar petani tetap memperoleh pasokan air, terutama di daerah yang mulai mengalami penurunan debit air. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga produktivitas pertanian selama musim kemarau," ujar Edy.
Percepat Masa Tanam
Selain dukungan sarana irigasi, Dispertanikap juga mengimbau petani mempercepat masa tanam sehingga proses panen dapat dilakukan sebelum puncak musim kemarau tiba.
Petani juga diarahkan memilih varietas tanaman yang lebih adaptif terhadap kondisi cuaca panas dan keterbatasan air, seperti padi genjah maupun komoditas pangan lain yang sesuai dengan karakteristik lahan.
Menurut Edy, strategi tersebut diharapkan mampu mengurangi risiko gagal panen akibat kekeringan yang berkepanjangan.
Pengendalian Hama Diperkuat
Tak hanya fokus pada penyediaan air, Dispertanikap juga memperkuat pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) melalui gerakan pengendalian hama bersama kelompok tani.
Petani didorong menjadi garda terdepan dalam menjaga keseimbangan ekosistem pertanian dengan menerapkan pola tanam serempak, melakukan pengamatan rutin, serta pengendalian hama secara terpadu agar ledakan OPT dapat dicegah sejak dini.
Di sisi lain, pada tahun 2026 Dispertanikap juga menargetkan peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT) hingga ratusan hektare. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan indeks pertanaman, memperkuat produksi padi, sekaligus menjaga ketahanan pangan Kabupaten Semarang di tengah tantangan perubahan iklim.
Pemerintah Kabupaten Semarang optimistis melalui optimalisasi lahan beririgasi, pendampingan petani, serta penguatan mitigasi kekeringan dan pengendalian hama, produktivitas sektor pertanian tetap dapat dipertahankan selama musim kemarau.
(Redaksi SUARAKPK/ EW)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar