Pemenang Turnamen Domino Kadin Muna Cup I Desak Ketua Kadin Muna Bertanggung Jawab atas Pelunasan Hadiah - SUARAKPK

BERITA HARI INI

Home Top Ad


Penghargaan dari Kedubes Maroko


 

08 Juli 2026

Pemenang Turnamen Domino Kadin Muna Cup I Desak Ketua Kadin Muna Bertanggung Jawab atas Pelunasan Hadiah

 


-Ketua Kadin Muna: Anggaran dari Kadin Sudah Diserahkan ke Panitia, Kami Mohon Maaf-


MUNA, suarakpk.com – Pemenang Juara I Turnamen Domino Kadin Muna Cup I, Anton dan Ali, mendesak Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Muna untuk bertanggung jawab atas belum dilunasinya hadiah sebagaimana yang diumumkan kepada peserta saat penyelenggaraan turnamen.


Menurut Anton, persoalan tersebut bukan semata-mata berkaitan dengan nilai hadiah, melainkan menyangkut komitmen, integritas, dan tanggung jawab penyelenggara dalam memenuhi hak para pemenang.


"Ini bukan lagi soal besar atau kecilnya nilai hadiah, tetapi soal komitmen dan tanggung jawab. Persoalan turnamen yang relatif kecil saja belum dapat diselesaikan dengan baik. Bagaimana masyarakat bisa menaruh kepercayaan apabila nantinya harus menangani persoalan perdagangan dan industri di Kabupaten Muna yang jauh lebih besar dan kompleks," ujar Anton.


Anton juga menilai persoalan tersebut patut menjadi bahan evaluasi bagi kepengurusan Kadin di tingkat nasional.

"Peristiwa ini seharusnya menjadi bahan evaluasi bagi Ketua Kadin Nasional dalam menilai kepemimpinan organisasi di daerah. Seorang ketua tidak hanya dinilai dari kemampuannya membangun organisasi, tetapi juga dari integritas, tanggung jawab, dan kemampuannya menyelesaikan persoalan yang menjadi kewajibannya. Jika persoalan sederhana seperti pelunasan hadiah turnamen saja belum dapat diselesaikan dengan baik, tentu masyarakat akan mempertanyakan kesiapan dalam mengemban tanggung jawab yang lebih besar," katanya.


Senada dengan itu, Ali menegaskan bahwa pelunasan hadiah merupakan tanggung jawab penyelenggara.


"Kalau saya berada di posisi Ketua Kadin, sekalipun harus mencari pinjaman terlebih dahulu, saya akan berupaya menyelesaikan pembayaran hadiah itu. Bagi saya, ini bukan semata-mata persoalan uang, tetapi persoalan tanggung jawab sebagai penyelenggara kegiatan. Ketua Kadin harus menunjukkan komitmen dalam memenuhi kewajiban yang telah dijanjikan kepada peserta," tegas Ali.

Atas belum dipenuhinya pembayaran hadiah tersebut, Anton dan Ali menyatakan akan meminta aparat penegak hukum melakukan penyelidikan guna memastikan ada atau tidaknya unsur tindak pidana dalam persoalan tersebut.


Mereka berharap Ketua Kadin Muna segera menunjukkan itikad baik dengan melunasi hadiah sesuai yang telah diumumkan kepada para peserta.


Apabila dalam waktu dekat tidak ada penyelesaian maupun tanggapan resmi, keduanya menyatakan akan menempuh jalur hukum dengan melaporkan persoalan tersebut kepada aparat penegak hukum sesuai ketentuan yang berlaku.


Selain itu, sejumlah warga yang mengatasnamakan Gardu Tanjung Pinang, Kecamatan Kusambi, Kabupaten Muna Barat, menyatakan akan menggelar aksi unjuk rasa secara damai di Kantor Kadin Muna apabila persoalan tersebut tidak segera diselesaikan. Aksi tersebut disebut sebagai bentuk dukungan terhadap para pemenang agar hak mereka segera dipenuhi sesuai komitmen yang telah diumumkan penyelenggara.


Anton dan Ali berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara bertanggung jawab sehingga tidak menimbulkan preseden buruk terhadap kepercayaan masyarakat kepada organisasi Kadin serta menjadi pembelajaran bagi setiap penyelenggara kegiatan untuk selalu memenuhi komitmen kepada para peserta.


Ketua Kadin Muna: Dana Kadin Sudah Diserahkan kepada Panitia

Menanggapi tuntutan tersebut, Ketua Kadin Muna menjelaskan bahwa seluruh anggaran yang menjadi tanggung jawab Kadin telah disalurkan kepada panitia pelaksana.


Ia mengatakan Kadin Muna telah mengalokasikan dana sebesar Rp35 juta untuk hadiah dan Rp5 juta untuk operasional kegiatan, sehingga total anggaran yang diserahkan kepada panitia mencapai Rp40 juta.


"Anggaran dari Kadin untuk kegiatan tersebut sudah saya serahkan kepada panitia, yakni Rp35 juta untuk hadiah dan Rp5 juta untuk operasional. Jadi total dana dari Kadin sebesar Rp40 juta," ujarnya.


Menurutnya, permasalahan muncul karena jumlah peserta yang mendaftar tidak mencapai target.


"Target peserta awal sebanyak 500 orang, namun yang mendaftar hanya sekitar 300 peserta. Akibatnya pemasukan tidak mencukupi untuk menutupi seluruh kebutuhan hadiah. Selain itu, panitia juga menanggung konsumsi berupa kopi dan makanan ringan serta biaya operasional yang cukup besar karena pelaksanaan kegiatan berlangsung di hotel. Karena itu, panitia menyampaikan permohonan maaf atas persoalan tersebut," jelasnya.


Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan Turnamen Domino Kadin Muna Cup I bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus menggerakkan perekonomian pelaku UMKM di Kabupaten Muna.


Menurutnya, besaran hadiah yang disiapkan juga mengacu pada turnamen-turnamen serupa yang pernah diselenggarakan sebelumnya.


"Kalau dibandingkan dengan turnamen sebelumnya, hadiah yang kami siapkan menurut saya sudah sebanding, bahkan ada yang nilainya lebih tinggi," katanya.

Terlepas dari polemik yang terjadi, Ketua Kadin Muna tetap mengapresiasi kinerja panitia pelaksana.


"Saya mengapresiasi kerja panitia di lapangan yang telah memberikan pelayanan terbaik kepada peserta sehingga kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan sukses," pungkasnya. (Udin Yaddi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HUT SUARAKPK Ke 9 (2018)