KAB. SEMARANG, suarakpk.com – Dalam
upaya mencegah penyebaran Covid-19, Gugus Tugas Kesehatan Kecamatan Tengaran,
Kabupaten Semarang, belum berapa lama ini, Selasa (1/9) mengadakan Rapit tes di
Yayasan Pendidikan Islam Sabilul Khoirot, SMPIT Nurul Islam Tengaran.
Nampak hadir dalam kegiatan Rapit Tes diantaranya
Pengurus Yayasan M.Jauhari Mahmud,S.Hi, Kapolsek Tengaran AKP Yartono, Danramil
06 Tengaran Lettu Supardi, Kepala Puskesmas Tengaran, dr.Aswindar Adhi Gumilang
M.M.R bersama tim Puskesmas.
Selain melakukna Rapit Tes, Tim Gugus
Tugas percepatan penanganan covid 19 Kecamatan Tengaran, juga menyerahkan bantuan
dari Pemerintah Kabupaten Semarang berupa 1.000 masker dan jugan Handsof 3
drigen yang masing-masing berisi 5 liter.
Dituturkan M.Jauhari Mahmud S.Hi,
bahwa kegiatan Rapit Tes tersebut merupakan bagian dari persiapan kedatangan
Santri Pondok Sabilul Khoirot.
“Kegiatan pertama Rapit tes adalah
seluruh Pegawai yang bekerjasama dengan laboratorium di klinik Nurul Islam, untuk
selanjutnya ada pemantauan dari tim Puskesmas Kecamatan Tengaran,” tuturnya.
Dikatakan Jauhari, dalam penerimaan
santri yang akan datang, para pengurus dan pegawai sudah melakukan persiapan, memasang
banner banner tentang pentingnya menjaga Protokol Kesehatan salah satunya
memakai masker.
“Kita juga sudah memperbanyak tempat
untuk cuci tangan dan juga kita sudah menyampaikan semuanya kepada Gugus Tugas
percepatan penanganan Covid 19,” katanya.
Selain itu, lanjut Jauhari, pengurus
pondok juga sudah melakukan penyemprotan Desinfektan di asrama maupun di kelas-
kelas yang nanti akan dipakai murid atau santri untuk melakukan pembelajaran.
“Rencananya kedatangan santri mulai tanggal
5 sampai 6 September, gelombang yang pertama dan gelombang yang ke dua tanggal
12 sampai 13 September, dan semua santri dan murid sudah kami beri edaran,”
lanjutnya.
Ditandaskan Jauhari, bahwa sebelum
datang ke pesantren, pertama para santri wajib mengkarantina mandiri minimal 14.
“Jika jadwal masuk tanggal 5 September,
maka paling tidak mulai tanggal 22 Agustus sudah karantina, dan yang kedua,
nanti kedatangan santri juga harus membawa surat keterangan surat Rapit tes,
karena semua harus di rapit tes,” tandasnya.
Ditambahkan Jauhari, bagi yang non
reaktif dipersilahkan masuk pondok dan untuk mereka yang reaktif dengan sangat
terpaksa tidak diperbolehkan masuk pesantren.
“Sedangkan yang ketiga, seluruh santri
dan orang tua wali santri, menandatangani surat kesanggupan untuk masuk
, jadi yang ada di sini, masuk di pesantren harus membawa surat
pernyataan,” tambahnya.
Dijelaskankan Jauhari, bagi yang tidak
sanggup menandatangani dalam kondisi covid 19 ini, para santri dipersilahkan
belajar di rumah dan akan dilayani dengan pembelajaran jarak jauh atau daring.
“Tidak semua santri kita rapit tes, karena
sebelumnya, hampir 700 sampai 1.000 wali santri kita survay, siapa yang siap
berangkat ke pesantren dan siapa yang tidak dan kita tidak memaksa untuk masuk
ke pesantren,” jelas jauhari.
Sementara, Kepala Puskesmas Tengaran,
dr. Aswindar Adhi Gumilang M.M.R, yang di dampingi Humas Puskesmas Tengaran,
Wahyu S.Km, mengatakan bahwa tujuan dari Tim Satgas Kecamatan
tengaran, menuju Pondok Pesantren Nurul Islam, dikarenakan, beberapa waktu
kemarin, Pondok telah mengajukan ijin untuk memulai kegiatan Santri.
“Tujuan kami bahwasanya, Pondok
Pesantren ini sudah siap melakukan Protokol Kesehatan secara ketat dan antisipatif,
apabila terjadi semacam salah satu santri yang terkena covid 19, sehingga kami dapat
secepatnya menanganinya,” kata Aswidar.
Ditegaskan Aswidar, bahwa Pondok Pesantren
Nurul Islam sudah cukup siap untuk antisipasi semua dan untuk protokol
kesehatanya sudah siap.
“Walaupun masih ada kekurangan, di
sana sini, tapi setelah dirapit tes, Pondok Pesantren Nurul Islam kami nilai
sudah siap untuk melakukan kegiatan proses belajar mengajar,” pungkasnya.
(Mujib/Solikin/red)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar