KAB SEMARANG, suarakpk.com – Suasana berbeda tampak di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Desa Klero, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, pada Sabtu (2/5/2026) malam. Kawasan yang biasanya relatif sepi saat malam Minggu, mendadak ramai oleh penampilan puluhan penari dalam kegiatan bertajuk HANJOGED.
Para penari yang tampil merupakan anggota Sanggar Tari Cakra Pamungkas Karangduren, Tengaran. Mereka menyuguhkan berbagai tarian tradisional yang memukau pengunjung dan masyarakat yang hadir.
Ketua Sanggar Tari Cakra Pamungkas, Nike Widaryati, menjelaskan bahwa kegiatan HANJOGED digelar dalam rangka memperingati Hari Tari, sekaligus merayakan ulang tahun ke-4 sanggar serta Hari Ulang Tahun Kecamatan Tengaran.
“Kegiatan ini kami selenggarakan untuk melestarikan budaya Nusantara serta mengajak masyarakat mengenal dan mencintai seni, khususnya seni tari. Kami berharap budaya tari dapat terus lestari,” ujar Nike.
Ia menambahkan, dalam pertunjukan tersebut para penari membawakan sejumlah tarian, di antaranya tari Kukilo dan beberapa tarian tradisional lainnya.
Nike juga mengungkapkan bahwa Sanggar Tari Cakra Pamungkas saat ini memiliki dua pengajar, yakni Ida Ayu dan Mutiara, yang secara konsisten melatih anak-anak dan remaja dalam mengembangkan bakat di bidang seni tari.
“Meskipun baru berdiri selama empat tahun, sanggar kami telah melahirkan penari-penari yang patut dibanggakan,” tambah Nike, yang juga merupakan guru di TK PGRI Karangduren.
Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tamu undangan, di antaranya Camat Tengaran Sri Sulistyorini, Kepala Desa Klero Winarno, Ketua Korwilcambidik Tengaran Eko Lesmono, serta Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Semarang Pujo Pramujito. Dalam kesempatan itu, juga diserahkan bantuan uang pembinaan kepada sanggar sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan seni budaya di daerah.
(Mujib/Arief/Red)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar