BOYOLALI, suarakpk.com – Suasana hangat dan ceria tampak di Perpustakaan Gayuh Ilmu, Desa Candisari, Kecamatan Gladagsari, Kabupaten Boyolali, Jumat (1/5/2026).
Sebanyak 40 anak dari kelompok belajar anak berkebutuhan khusus (ABK) “Mutiara Harapan” melakukan kunjungan edukatif bersama para pendamping dan orang tua.
Kegiatan ini bertujuan mengenalkan dunia literasi sejak dini kepada anak-anak istimewa, sekaligus memberikan pengalaman belajar di luar kelas. Rombongan disambut langsung oleh Sekretaris Desa Candisari, Triningsih, S.H., serta Kepala Perpustakaan Gayuh Ilmu, Suyatno.
Setibanya di lokasi, anak-anak diajak mengikuti tur singkat untuk mengenal fasilitas perpustakaan, mulai dari koleksi buku anak, pojok bermain, hingga ruang baca yang ramah disabilitas.
Dalam sesi literasi, petugas perpustakaan membacakan cerita bergambar berjudul “Si Kancil dan Buaya” dengan menggunakan alat peraga boneka tangan. Anak-anak terlihat antusias mengikuti jalannya cerita, bahkan beberapa di antaranya ikut menirukan suara tokoh binatang.
Kegiatan dilanjutkan dengan aktivitas kreatif, seperti mewarnai karakter cerita dan membuat pembatas buku sederhana. Bagi anak dengan hambatan motorik, pendamping memberikan bantuan menggunakan alat bantu genggam agar tetap dapat berpartisipasi.
Ketua Kelompok Belajar Mutiara Harapan, Triyanto, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan. Ia menilai perpustakaan desa telah menyediakan ruang belajar yang aman dan inklusif bagi anak-anak ABK.
“Kami sangat berterima kasih atas sambutan yang begitu hangat. Anak-anak kami membutuhkan ruang yang aman dan ramah untuk belajar. Perpustakaan ini sudah menyediakan akses kursi roda sederhana dan sudut baca lesehan yang sangat membantu,” ujarnya.
Sementara itu, Suyatno menjelaskan bahwa Perpustakaan Gayuh Ilmu berkomitmen menjadi perpustakaan inklusif yang dapat diakses seluruh lapisan masyarakat.
“Kami ingin semua warga desa, tanpa terkecuali, dapat menikmati layanan literasi. Ke depan, kami akan menambah koleksi buku audio dan sensory book,” jelasnya.
Sekretaris Desa Candisari, Triningsih, S.H., turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, perpustakaan tidak hanya menjadi tempat meminjam buku, tetapi juga ruang tumbuh bersama bagi masyarakat.
“Kami mendukung penuh kegiatan seperti ini agar anak-anak ABK merasa diterima dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang,” ungkapnya.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama serta penyerahan bantuan dari Pemerintah Desa Candisari kepada Kelompok Belajar Inklusi Mutiara Harapan. Para orang tua berharap kunjungan serupa dapat rutin dilaksanakan, setidaknya sekali dalam sepekan.
(Mujib/Red)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar