PURWOREJO. suarakpk.com - Mengusung tema, Menumbuhkan karakter Bangsa melalui kreativitas dan apresiasi juga seni budaya, FLSEN tingkat Kabupaten Purworejo tahun 2026 secara resmi dibuka pada ,Sabtu (25/04/2026) di Gedung Kesenian WR Soepratman.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ( Dindikbid )Kabupaten Purworejo, Yudi Agung Prihatno mengatakan bahwa FLSEN merupakan kompetisi berjenjang yang dimulai dari tingkat Kecamatan, Kabupaten, Provinsi hingga Nasional. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menjaring talenta - talenta terbaik yang akan mewakili daerah di tingkat yang lebih tinggi.
"FLSEN bukan sekedar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi ruang ekspresi bagi Siswa untuk menunjukan hasil latihan dan kreativitas mereka. Apapun hasil yang diraih,itu merupakan bagian dari proses pembelajaran yang patut disyukuri," ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportifitas, menampilkan kemampuan terbaik selama mengikuti perlombaan.
" FLSEN menjadi sarana penting dalam mengembangkan potensi siswa sekaligus melestarikan nilai-nilai seni dan budaya Bangsa.Kami berharap para peserta dapat mengharumkan nama Kabupaten Purworejo di tingkat Provinsi hingga Nasional," harapnya.
Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLSEN) tingkat Kabupaten Purworejo tahun 2026 kali ini di ikuti 341 Siswa, terdiri dari 154 peserta jenjang SD dan 187 peserta jenjang SMP . Tiga Siswi SD Negeri Jolodoro Kecamatan Bener ikut ambil bagian dalam acara tersebut,yakni Putri Sakhi Hamumpuni, Aqila Putri Oktavia, dan Nadin Sava Arifda. Mereka tampil memukau melalui cabang lomba tari. Ketiga Siswi yang masih duduk di bangku kelas 4 dan 5 tersebut menampilkan tarian bertema kehidupan anak- anak pedesaan.
Sementara itu,Kepala Sekolah SD Negeri Jolodoro,Sundoyo mengungkapkan rasa bangga dan syukur atas capaian anak didiknya yang berhasil melaju hingga tingkat Kabupaten setelah sebelumnya meraih juara pertama ditingkat Kecamatan.
"Alhamdulillah ini berkat kerja sama dan kebersamaan antara Siswa, Guru, serta Wali Murid. Anak - anak sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Setelah meraih juara di tingkat Kecamatan, kami langsung melakukan persiapan secara intensif setiap hari, " ujarnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, latihan dilakukan berulang kali sejak awal pekan, bahkan hingga menjelang hari pelaksanaan lomba. Proses latihan juga didukung oleh pelatih yang merupakan bagian dari Wali Murid, sehingga semakin memperkuat semangat gotong royong dalam membina potensi siswa.
"Kami optimis bisa meraih hasil terbaik di tingkat Kabupaten ini. Harapannya tentu bisa menjadi juara satu dan melaju ketingkat Provinsi. Kedepan seni tari seperti ini akan terus kami lestarikan, baik di lingkungan sekolah maupun Masyarakat sekitar, " harapnya. (alex/red)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar