Batu Bara — Komisi IV DPRD Kabupaten Batu Bara menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Gerakan Mahasiswa Pemuda Indonesia (GEMAPI) dan Direktur Utama PDAM Tirta Tanjung terkait matinya aliran air PDAM di Kelurahan Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara, Selasa (12/5/2026).
Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Komisi IV DPRD Kabupaten Batu Bara itu dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Batu Bara bersama anggota komisi. Turut hadir Direktur Utama PDAM Tirta Tanjung serta perwakilan mahasiswa dari GEMAPI.
Dalam rapat tersebut, mahasiswa GEMAPI menyampaikan keluhan masyarakat mengenai buruknya pelayanan dan manajemen PDAM Tirta Tanjung. Warga disebut mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari akibat aliran air yang mati selama kurang lebih 10 hari.
Keluhan masyarakat itu menjadi perhatian Komisi IV DPRD Kabupaten Batu Bara. Para anggota dewan meminta penjelasan dari pihak PDAM terkait penyebab terhentinya distribusi air bersih kepada pelanggan di wilayah Kelurahan Lima Puluh.
Direktur Utama PDAM Tirta Tanjung dalam RDP tersebut memberikan penjelasan mengenai kondisi gangguan distribusi air dan langkah-langkah penanganan yang dilakukan pihak perusahaan untuk memulihkan pelayanan kepada masyarakat.
Komisi IV DPRD Kabupaten Batu Bara menegaskan agar PDAM Tirta Tanjung segera memperbaiki sistem pelayanan dan memastikan distribusi air kembali normal sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
Teks foto: Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Kabupaten Batu Bara bersama Gerakan Mahasiswa Pemuda Indonesia (GEMAPI) dan Direktur Utama PDAM Tirta Tanjung membahas matinya aliran air PDAM di Kelurahan Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara, Selasa (12/5/2026). (Istimewa)
Reporter : Muhammad Amin

Tidak ada komentar:
Posting Komentar