Blora,suarakpk.com - Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Randublatung menerima Kunjungan Kerja Kadivre Jawa Tengah Asep Dedi Mulyadi bersama Tim Kantor Divre yang disambut Administratur KPH Randublatung Herry Merkusiyanto Putro Bersama jajaran Management KPH Randublatung, Rabu (07/01/2026).
Bertempat di 3 lokasi BKPH ( Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan ) yaitu BKPH Ngliron, BKPH Temanjang dan BKPH Boto serta satu TPK Kalisari KPH Randublatung. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Divisi Regional Jawa Tengah Asep Dedi Mulyadi Bersama Tim Divre Jateng, Administratur KPH Randublatung Herry Merkussiyanto Putro beserta segenap jajaran managemen, segenap Asper KBKPH,Segenap KRPH diwilayah BKPH Ngliron dan Temanjang, Danru Polhut KPH Randublatung beserta anggota, Kepala Sub Seksi ( Produksi dan Penguji Kayu ), dan Kepala TPK Kalisari KPH Randublatung.
Pada kesempatan tersebut Administratur KPH Randublatung Herry Merkussiyanto Putro dalam diskusi di Pos Jalur Utara BKPH Temanjang mengucapkan selamat datang kepada Tim Kadivre Jawa Tengah ke KPH Randublatung, dalam kesempatan ini kami sampaikan beberapa hal terkait perkembangan dan situasi kondisi KPH Randublatung. Dari bidang SDM kami laporkan bahwa kondisi personil yang saat ini ada di KPH Randublatung menghadapi kendala keterbatasan jumlah personil organik, khususnya pada tenaga lapangan. Kondisi ini berdampak pada intensitas pengawasan, pengamanan hutan, serta pengendalian kegiatan produksi di wilayah kerja yang cukup luas. Bahkan ada kurang lebih 16 KRPH kami yang tidak mempunyai mandor untuk mendukung kegiatan operasional dilapangan, sementara ini kami memanfaatkan petugas alih daya dan paruh waktu, baik pada kegiatan pengamanan, tebangan, maupun angkutan. Namun demikian, kami masih menghadapi beberapa kendala, Terang Herry
Lebih lanjut Herry menjelaskan bahwa adanya tenaga paruh waktu ini masih tidak sebanding dengan luas dan kompleksitas wilayah kerja yang ada di KPH Randublatung. Tingkat kompetensi dan pengalaman petugas yang masih perlu ditingkatkan, tingginya beban kerja terutama pada musim tebangan aktif dan musim penanaman tanaman. Kemudian terkait dengan tarif upah yang ada kami mohon ada kenaikan dan pada situasi yang urgent membutuhkan biaya lebih banyak kita bisa usulkan tarif khusus baik di bidang tebangan, tanaman maupun bidang – bidang lain. Pada tahun berjalan, KPH Randublatung dibebani target tebangan yang cukup tinggi. Kami berkomitmen untuk memenuhi target tersebut dengan tetap memperhatikan prinsip kelestarian hutan, keselamatan kerja, serta kepatuhan terhadap SOP. Namun, keterbatasan personil dan dinamika kondisi lapangan menjadi tantangan tersendiri dalam pencapaian target secara optimal dan tepat waktu. Kami berharap melalui kunjungan Bapak Kadivre, kami dapat memperoleh arahan, dukungan, dan solusi strategis terkait penguatan personil, optimalisasi petugas alih daya, serta kebijakan pencapaian target tebangan dan bidang lainnya ke depan.. Jelasnya
Pada kesempatan kunjungan tersebut Kadivre jateng Asep Dedi Mulyadi terjun langsung ke lapangan sambil Trabas mengendari trail bersama segenap jajaran management KPH Randublatung, Tim Divre dan Asper KBKPH. Beliau menikmati setiap moment di perjalanan di Jati Denok jati terbesar dan tertua di dunia beliau bangga karena Perum Perhutani masih mempunyai pohon jati yang begitu besar dan fenomenal umur ratusan tahun. Beliau meminta agar selalu di jaga dengan baik, kemudian di hutan Cagar Alam BKPH Temanjang beliau merasakan benar - benar serasa di Perum Perhutani yang seutuhnya.
Kemudian di lanjutkan ke Pos Jalur Utara untuk berdiskusi, Kepala Divre Jateng menanggapi apa yang sudah disampaikan oleh Administratur KPH Randublatung. Dedi mengapresiasi kinerja temen - temen dilapangan dalam pengelolaan dan pengamanan hutan dengan keterbatasan personil masih begitu semangat dan kompak. Dari target pendapatan Perusahaan, bahwa KPH Randublatung merupakan penyumbang pendapatan terbesar. Untuk itu saya akan berusaha support setiap kegiatan yang di butuhkan, seperti kenaikan tarif upah agar sesuai dengan kondisi saat ini. Seperti pos keamanan saya salut, karena selalu ada personil secara bergantian untuk melaksanakan tugas. Pak Adm ke depan skala prioritas bisa usulkan perbaikan - perbaikan pos yang memang betul - betul aktif dan perlu dilakukan perbaikan demikian juga sarana dan prasarananya. Jelas Kadivre Dedi
Kemudian beliau juga memerintahkan kepada Administratur KPH Randublatung untuk segera membuat Tim Kecil guna melaksanakan uji coba patroli dengan menggunakan Drone. Langkah awal untuk mengatasi keterbatasan personil, sejauh mana efektifitas menggunakan dron ini bisa disampaiakan ke Divre sebagai kajian mungkin ke depan bisa menggunakan drone sebagai alat yang efektif digunakan patrol keamanan hutan. Dengan keterbatasan ini juga sebenarnya ingin sekali untuk dapat memenuhi kebutuhan personil, kemudian sarana dan prasarana dan lain - lain. Tetapi karena suatu hal dimana banyak KPH - KPH lain juga yang juga mempunyai kendala - kendala yang sama dan harus dipenuhi juga maka skala prioritas tetap dilaksanakan agar nanti bisa terakomodir semuanya. Jelasnya
Kemudian kegiatan di lanjutkan meninjau di TPK Kalisari dan BKPH Boto meninjau IFS (Integrated Farming System atau system pertanian terpadu beliau sangat antusias sekali karena ini memadukan atau mengabungkan pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan dalam satu kawasan. Unit Hortikultura ada cabai, terong, tomat, kangkung dan kacang Panjang, Unit tanaman pangan ada umbi rambat dan ketela pohong, Unit tanaman buah ada mangga, papaya, jambu air, kedondong, Unit perikanan berupa kolam lele dan Unit peternakan ayam dengan memanfaatkan pekarangan Ruah Dinas yang ada.(Dwi/red)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar