Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Kamis malam, 27 November 2025, yang menyebabkan kikisan air di bawah jalan hingga akhirnya jalan tersebut runtuh dan tidak dapat dilalui kendaraan.
Jalan ini merupakan akses vital bagi warga Dusun Tengkosituru. Selain sebagai jalur penghubung antar dusun, jalan ini juga menjadi jalur utama bagi warga untuk mengangkut hasil pertanian mereka ke pasar dan pusat distribusi.
Dengan kondisi jalan yang ambruk, aktivitas ekonomi warga menjadi terhambat, bahkan terancam menimbulkan kerugian besar terutama bagi para petani yang mengandalkan akses ini untuk menjual hasil panennya.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyampaikan kekecewaannya atas kondisi ini. Menurutnya, kerusakan jalan ini sudah sering dilaporkan ke pemerintah desa, namun hingga kini belum ada tindakan nyata untuk memperbaikinya.
"Kami sudah sering menyampaikan keluhan ini ke pemerintah desa, tapi belum ada perhatian serius. Padahal jalan ini sangat penting bagi kami," ujarnya dengan nada kecewa.
Warga berharap pemerintah desa dan pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat dan tepat untuk memperbaiki jalan tersebut. Mereka meminta agar tidak hanya sekadar janji, tapi ada tindakan konkret demi kelancaran aktivitas warga dan perekonomian di Dusun Tengkosituru.
Kondisi ini juga mengingatkan pentingnya perhatian terhadap infrastruktur desa, khususnya jalan-jalan penghubung yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat. Jika dibiarkan, bukan hanya akses yang terputus, tapi juga kesejahteraan warga yang akan terdampak.
Pemerintah desa dan pihak terkait diharapkan segera melakukan survei dan perbaikan agar akses jalan kembali normal. Selain itu, perlu ada upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang, misalnya dengan memperbaiki sistem drainase dan penanganan kikisan air yang lebih baik.
Warga Dusun Tengkosituru menanti perhatian dan tindakan nyata dari pemerintah demi masa depan desa yang lebih baik dan terhubung dengan lancar.
Hingga berita ini diturunkan, belum dilakukan kompirmasi ke pemerintah desa tarabbi. (Tim)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar