BLORA, suarakpk.com - Bertempat di pendopo balai desa Jegong, kepala desa Dianto memberikan bantuan sembako dan sedikit dana insentif kepada sejumlah warga Dukuh Madoh yang pertengahan bulan Maret 2022 lalu mengalami musibah kebanjiran dari luapan air dari bendungan madoh.
kegiatan ini dilaksanakan hari Kamis.(21/04/2022) bersama perangkat desa yang ada.
Nampak hadir dalam pemberian bantuan di pendopo balai desa Jegong kades Dianto, tokoh masyarakat dan perangkat desa serta warga calon penerima bantuan.
Kepada media suarakpk.com Dianto menyampaikan memohon maaf sebesar besarnya kepada wargannya, khususnya warga Dukuh Madoh yang terimbas meluapnya bendungan madoh waktu itu.
Sebagai kades belum bisa berbuat banyak untuk warga nya yang mengalami kesusahan karena adannya luapan dari bendungan madoh disebabkan pintu air bendungan tidak dibuka.
Dianto juga memohon maaf Kepada Forcompinda Blora terutama kepada bupati Blora Arief Rohman, Dianto memohon maaf atas kesalahannya, waktu penanganan musibah banjir melanda warga Dukuh Madoh, tetapi pihak desa sudah berusaha semaksimal mungkin bekerja sama dengan pihak Polsek Jati dan Koramil 11/Jati dalam menangani musibah banjir dan pembersihan rumah warga yang kebanjiran dan hanya memberikan bantuan sembako.
Dianto menambahkan, "Bahwa banjir seperti yang terjadi didukuh madoh sering terjadi selama musim penghujan bisa 2/3 kali dalam musim hujan."
"Betul banjir yang terjadi hari Selasa(18/03/2022 ) pukul17.50 WIB, termasuk banjir ke 3 dalam tahun 2021 dan awal 2022, dikarenakan pintu bendungan tidak dibuka oleh petugas waktu ada hujan yang deras di dalam hutan untuk mengantisipasi banjir."
"Sekarang pintu air bendungan madoh selalu dibuka oleh petugas untuk mengantisipasi air dari dalam hutan biar langsung mengalir, supaya tidak terjadi banjir lagi," tambahnya.
Saat media suarakpk.com menemui salah satu Warga penerima bantuan Warni ( 72 ) RT 03/RW 04, dirinya sangat berterima kasih kepada kepala desa Jegong Dianto yang telah memberikan bantuan sembako dan uang, kepada dirinya serta warga Dukuh Madoh lainya.
Bantuan sembako ini sangat berguna bagi keluarganya apalagi mendekati hari raya lebaran (idul Fitri 1443 Hijriah), ungkapnya.
Kades Dianto, meminta maaf kepada warganya sebab waktu terkena musibah belum bisa memberikan bantuan secara baik, dikarenakan anggaran desa waktu kejadian belum di anggarkan, sehingga harus di masukkan di anggaran perubahan desa, dan baru sekarang hari Kamis (21/04/2022) baru bisa memberikan bantuan sembako dan tambahan uang insentif Untuk tambah tambah beli keperluan lebaran kepada 9 warga yang langsung terdappak langsung terkena banjir di dukuh Madoh, jelasnya.
(Dwi/red)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar