FOTO IST : Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Kapuas Dr H Suwarno Muriyat didampingi Kabid Pembinaan SD Franz Yulian, Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Kapuas Timur Edy Surianto bersama Nastiawati dari Kemendikbudristek pada pembukaan Pendampingan Program Kampus Mengajar, baru-baru ini di Aula Korwil Bidang Pendidikan Kapuas Timur.
KAPUAS, suarakpk.com - Jelang berakhirnya Program Kampus Mengajar Angkatan
Pertama akhir Juni yang diikuti 22 mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi
negeri/swasta Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan maupun Jawa Tengah dan
Yogyakarta, mendapat pendampingan selama empat hari dari Direktorat Sekolah
Dasar dan Balitbang Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
(Kemdikbudristek) dan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kalimantan
Tengah dan berakhir, baru-baru ini.
Kadisdik Kabupaten Kapuas Dr H Suwarno Muriyat yang
menyertai kunjungan Tim dari Kemdikbudristek dan LPMP ke sejumlah kecamatan dan
sekolah sasaran mengatakan bahwa 22 mahasiswa yang tergabung dalam program ini
telah mengabdikan dirinya selama tiga bulan pada 11 SD.
“Sebelas SD tersebar dalam lima Kecamatan yakni Selat,
Bataguh, Kapuas Timur, Basarang, dan Mantangai. Sekolah sasaran program ini
ditetapkan karena memiliki akreditasi rendah bahkan ada yang belum
terakreditasi. Sangat banyak manfaat yang diperoleh Kepala Sekolah, Guru dan
peserta didik dari program Kampus Mengajar. Selama bertugas seluruh mahasiswa
yang rata-rata adalah generasi milenial mampu melakukan transformasi
kemampuannya kepada para guru yang telah berusia dan sedikit tertinggal dalam
pernguasaan teknologi informatika,” ucap H Suwarno Muriyat.
Sebaliknya para mahasiswa mendapat pengalaman menjadi
guru, tenaga administrasi maupun penugasan lainnya walaupun diantaranya mereka
bukan dari fakultas keguruan. Hal senada diutarakan pula sejumlah Kepala SD,
Pengawas dan Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan seraya berharap agar program
ini terus berlanjut sehingga terjadi percepatan transformasi digitalisasi
sistem manajemen sekolah maupun pembelajaran.
Sementara itu, Nastiawati dari Direktorat SD dan
Badriyah dari Balitbang Kemendikbudristek memberi apresiasi atas semangat dan antusias
dari Kadisdik Kapuas beserta seluruh jajaran menyambut baik program Kampus
Mengajar bagian dari Kampus Merdeka.
“Kampus Mengajar bertujuan untuk menghadirkan
mahasiswa sebagai bagian dari penguatan pembelajaran literasi (kemampuan
bernalar menggunakan bahasa, menganalisis bacaan dan mampu memahaminya) dan
numerasi (numerasi ialah kemampuan menganalisis dengan menggunakan
angka-angka),” tuturnya.
Lebih lanjut, dirinya menambahkan bahwa tantangan bagi
mahasiswa dari seluruh Indonesia walaupun masih dalam masa pandemi untuk
beraksi, berkolaborasi, dan berkreasi selama dua belas minggu untuk
meningkatkan kualitas pembelajaran di Sekolah Dasar. “Terutama yang berada di
daerah 3T, sekaligus mengasah kepemimpinan, kematangan emosional, dan kepekaan
sosial dan mendapat bantuan biaya dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan
(LPDP),” pungkas Dr H Suwarno. (hms/nto)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar